PTBA kajar produksi batubara 30 juta ton hingga tutup tahun 2021



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terus menggenjot produksi batubara pada semester kedua tahun ini. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTBA, Farida Thamrin mengatakan PTBA membidik target produksi batubara sebanyak 30 juta ton.

Sampai paruh pertama tahun 2021, Bukit Asam sudah merealisasikan produksi batubara 13,3 juta ton atau sekitar 44% dari target tahun ini. Capaian produksi batubara pada semester pertama tahun ini juga naik 11% dari realisasi produksi pada periode yang sama tahun 2020.

Farida menjelaskan, perusahaan pertambangan pelat merah ini berhasil mengerek produksi batubara mulai kuartal 2-2021. Jika dirinci, volume produksi batubara pada kuartal pertama tahun ini hanya sebesar Rp 4,5 juta ton atau turun hingga 19% yoy. 


Namun, menginjak kuartal kedua tahun ini produksi batubara PTBA mulai meningkat dan menghasilkan 8,8 juta ton, nilai tersebut naik 37% dari produksi kuartal 2-2020.

Baca Juga: Tiga layanan digital ini turut menopang kinerja Astra Graphia (ASGR)

“Produksi batubara pada Juni 2021 mencapai produksi bulanan tertinggi sejak PTBA mulai beroperasi,” tambahnya dalam acara paparan publik, Senin (6/9).

Salah satu pendorong melonjaknya total produksi yakni turunnya frekuensi curah hujan yang menyebabkan jam kerja menjadi lebih banyak. Selain itu, penambahan peralatan operasional juga turut menjadi faktor meningkatnya produksi batubara.

Sebagai informasi, produksi dari area tambang Banko Barat menjadi kontributor utama atau menyumbang 43% dari total produksi, disusul dari area tambang Muara Tiga Besar sebesar 36%, kemudian tambang Air Laya berkontribusi 18%, dan area lainnya 2%.

PTBA optimistis bisa mencapai target produksi batubara 30 juta ton karena salah satunya didorong oleh kondisi cuaca yang mendukung. Sebelum direvisi, PTBA membidik target produksi batubara sebanyak 29,5 juta ton pada 2021.

Selanjutnya: Buana Lintas Lautan (BULL) bakal terbitkan obligasi global US$ 300 juta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi