PTPP meraih kontrak baru Rp 5,9 triliun



JAKARTA. Perusahaan jasa konstruksi PT PP Tbk meraih kontrak baru per Agustus mencapai Rp 5,9 triliun. Jumlah itu setara 35,12% dari target kontrak baru selama 2012 senilai Rp 16,8 triliun.

Kontrak baru emiten berkode saham PTPP ini antara lain diperoleh dari proyek Land Mark Pluit senilai Rp 481 miliar, rumah sakit di Bekasi senilai Rp 126 miliar, rumah sakit di Cirebon senilai Rp 107 miliar. Kemudian proyek jalan layang di Banjarmasin senilai Rp 91 miliar, gedung bea cukai di Jakarta senilai Rp 115 miliar dan proyek milik grup Lippo Saint Moritz di Jakarta senilai Rp 159 miliar.

"Pencapaian ini menunjukkan kinerja positif kami karena hingga akhir Juni proyek baru kami senilai Rp 3,5 triliun," ujar Sekretaris Perusahaan PTPP, Betty Ariana.


PTPP optimistis bisa meraih target proyek baru tahun ini, antara lain proyek-proyek engineering, procurement and construction (EPC) yang diraih di semester II 2012.

Perseroan juga telah memenangi lelang pembangunan Terminal Kalibaru (New Priok) dari PT Pelabuhan Indonesia II, beberapa waktu lalu. PTPP mulai mengerjakan konstruksinya di kuartal IV 2012. "Nilainya belum dapat disampaikan karena kami belum tandatangan kontrak. Nanti saja setelah tandatangan," ujar Betty.

PTPP akan memasukkan proyek Kalibaru dalam proyek baru tahun ini. Dalam desain PT Pelindo II, terminal itu akan dibangun di area seluas 246 ha dan ditopang kedalaman draft hingga 20 meter. Dalam megaproyek ini, PTPP bertindak sebagai kontraktor pembangunan terminal Kalibaru tahap I senilai Rp 22,76 triliun. Pengerjaan proyek itu diperkirakan memakan waktu tiga tahun.

Setelah proyek rampung, kapasitas terminal peti kemas tadi menjadi 4,5 juta twenty foot equivalent units (TEUs) per tahun. Angka itu naik dua kali lipat daripada kapasitas sebelumnya 1,9 juta TEUs.

Di semester I 2012, PTPP mencetak kenaikan laba bersih 44% year-on-year menjadi Rp 64,86 miliar. Hal itu ditopang pertumbuhan pendapatan 21% yoy menjadi Rp 2,026 triliun. Harga saham PTPP, Senin (10/9), menurun 3,28% menjadi Rp 590 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sandy Baskoro