PTPP Sebut Permintaan Lahan di KIT Batang Makin Meningkat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang mengundang minat investor. PT PP (Persero) Tbk (PTPP) menyebut, permintaan lahan di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang terus menunjukkan tren peningkatan.

Sekretaris Perusahaan PTPP Bakhtiyar Effendi mengatakan, tren penjualan lahan di KIT Batang cukup positif sampai saat ini. Dalam hal ini, penyerapan lahan di sana diklaim mencapai 100 hektare (ha) per tahun.

Sampai saat ini, terdapat 13 tenant yang menempati fase 1 KIT Batang. Memasuki fase 2, sudah ada 2 tenant yang memastikan diri telah bergabung dengan KIT Batang. Selain itu, terdapat lebih dari 20 calon tenant yang siap berinvestasi di KIT Batang fase 2.


“Tenant-tenant tersebut berasal dari berbagai negara, yaitu Korea Selatan, Belanda, Amerika Serikat, Taiwan, Singapura, China, dan termasuk Indonesia,” ujar dia, Jumat (30/6).

Baca Juga: Garap Kawasan Inti IKN, PTPP Menangkan 7 Kontrak Senilai Rp 3,75 Triliun

Sesuai dengan arahan pemerintah, KIT Batang diperuntukkan bagi investor dari sektor industri yang berteknologi tinggi, industri ramah lingkungan, industri berorientasi ekspor, dan industri padat karya yang dapat menyerap lapangan kerja sebanyak-banyaknya.

Meski tidak buka-bukaan realisasi investasinya, PTPP menyebut bahwa pembangunan sejumlah infrastruktur di KIT Batang. Di antaranya adalah pematangan lahan, pembangunan jalan kawasan dan akses tol, hingga pembangunan rumah susun pekerja dalam KIT Batang.

Pada akhir tahun nanti, fasilitas-fasilitas infrastruktur lainnya di KIT Batang seperti air bersih, pengolahan air limbah, listrik, dan gas diproyeksikan akan segera rampung.

Secara rinci, Effendi memaparkan ada beberapa proyek yang masih digarap PTPP di KIT Batang. Di antaranya adalah Gedung Bangunan Pabrik Siap Pakai (BPSP) dengan progress 7,68%, pabrik KCC Glass dengan progres 74,18%, desain dan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan progres 72,75%, serta jalur pipa gas Semarang-Batang dengan progres 89,66%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat