KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (
PTSP), pengelola restoran cepat saji CFC, terus memperkuat strategi bisnis untuk menjaga pertumbuhan penjualan di tengah persaingan industri restoran. Perseroan membidik pertumbuhan penjualan sebesar 5% hingga akhir 2026. Direktur PTSP Teh Kian Kun mengatakan, kinerja penjualan perseroan hingga September 2026 masih sejalan dengan target yang telah ditetapkan pada awal tahun. PTSP mencatatkan pendapatan usaha bersih sebesar Rp 556,3 miliar hingga September 2026. Angka tersebut meningkat 4,2% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 533 miliar.
Dengan capaian tersebut, manajemen optimistis target pertumbuhan penjualan sebesar 5% sepanjang 2026 dapat terealisasi. "Realisasi hingga September 2026 masih sesuai dengan rencana kerja yang telah kami paparkan pada awal tahun," ujar Teh dalam paparan publik secara daring, Selasa (3/11/2026).
Baca Juga: AMPHURI Dukung Penerbangan Direct Umrah, tapi Minta Penerapan Bertahap Wakil Direktur Utama PTSP Edi Triyento menjelaskan, perseroan mengandalkan inovasi produk untuk mempertahankan pertumbuhan penjualan. Salah satu strategi yang diterapkan adalah menghadirkan menu baru secara berkala melalui skema limited time offer (LTO). Melalui strategi tersebut, PTSP menawarkan produk baru dalam periode sekitar tiga hingga empat bulan sebelum menggantinya dengan menu lainnya. Salah satu inovasi terbaru perseroan adalah ayam goreng rasa mala. Edi menyebut produk tersebut memperoleh respons penjualan yang cukup baik dari konsumen. Selain produk makanan, PTSP juga mengembangkan pilihan minuman dengan harga lebih terjangkau untuk menyesuaikan dengan daya beli masyarakat. Perseroan terus melakukan riset dan pengembangan guna mempersiapkan inovasi produk selanjutnya. Langkah ini diharapkan mampu menarik pelanggan baru sekaligus menjaga loyalitas konsumen yang sudah ada. Dalam menentukan produk dan harga jual, PTSP mempertimbangkan daya beli masyarakat serta target margin yang ingin dipertahankan. Hingga saat ini, perseroan belum melakukan penyesuaian harga jual dan masih mencermati perkembangan pasar. Selain inovasi produk, PTSP juga mengandalkan ekspansi gerai untuk menopang pertumbuhan bisnis. Perseroan menargetkan pembukaan 20 gerai baru sepanjang 2026. Hingga September 2026, PTSP telah merealisasikan pembukaan 17 gerai baru. Dengan demikian, perseroan masih perlu membuka tiga gerai tambahan untuk memenuhi target ekspansi tahun ini.
Baca Juga: Murino Group Perkuat Konsep Hunian Wellness Living Di sisi operasional, PTSP melakukan pengendalian biaya guna menjaga kinerja di tengah ketatnya persaingan bisnis restoran. Upaya efisiensi dilakukan melalui pemantauan biaya antargerai, negosiasi biaya sewa dengan vendor, serta penghematan penggunaan air, listrik, dan gas. Dari sisi kontribusi bisnis, merek CFC masih menjadi penopang utama pendapatan perseroan dengan porsi sekitar 97%. Sementara itu, sekitar 3% pendapatan lainnya berasal dari merek Sapo Oriental, Cal Donat, dan Sugakiya.
Tak hanya mengejar pertumbuhan penjualan, PTSP juga menargetkan laba bersih meningkat 10%-15% sepanjang 2026. Hingga September 2026, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk tercatat sebesar Rp 15,48 miliar. Realisasi tersebut naik 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 13,82 miliar. Dengan kombinasi inovasi produk, ekspansi gerai, dan efisiensi operasional, PTSP berharap dapat menjaga momentum pertumbuhan penjualan sekaligus meningkatkan profitabilitas hingga akhir tahun. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News