Puasa Bicara Seminggu, Ini Pernyataan Putin Pertama soal Perang Rusia di Ukraina



KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Presiden Rusia Vladimir Putin akhirnya membuat komentar publik pertamanya tentang konflik dengan Ukraina, setelah puasa bicara lebih dari seminggu terakhir.

Putin menggunakan komentar publik pertamanya tentang konflik untuk bersikeras, Rusia akan "secara berirama dan tenang" melanjutkan operasi militer di Ukraina guna mencapai tujuan keamanan.

Itu merupakan pernyataan publik pertamanya tentang konflik dengan Ukraina, setelah lebih dari seminggu lalu dia bersumpah pasukan Rusia akan menang.


Satu-satunya penampilan publiknya dalam seminggu terakhir adalah di pemakaman seorang anggota parlemen nasionalis, tapi Putin tidak secara langsung berbicara tentang perang. 

Baca Juga: Rusia: 1.026 Personel Brigade Marinir ke-36 Ukraina Menyerah di Kota Mariupol

Pada Senin (11/4), Putin bertemu dengan Kanselir Austria di sebuah kediamannya di daerah pedesaan di luar Moskow, tetapi tidak ada gambar dari pertemuan itu yang dirilis.

Putin mengatakan, pembicaraan damai dengan Ukraina telah menemui jalan buntu. 

Dengan menyebut perang di depan umum untuk pertama kalinya sejak pasukan Rusia mundur dari Ukraina utara setelah terhenti di gerbang Kyiv, Putin berjanji, Rusia akan mencapai semua tujuan "mulia" di Ukraina.

Dalam sinyal terkuat hingga saat ini bahwa perang akan berlangsung lebih lama, Putin mengatakan, Kyiv telah menggagalkan pembicaraan damai dengan melakukan apa yang dia katakan sebagai klaim palsu atas kejahatan perang Rusia. 

Baca Juga: Ukraina Tangkap Tokoh Pro-Rusia, Sekutu Vladimir Putin Paling Menonjol

"Kami kembali ke situasi buntu," kata Putin, pemimpin tertinggi Rusia sejak 1999, dalam jumpa pers saat berkunjung ke Vostochny Cosmodrome, sekitar 5.550 km timur Moskow, seperti dikutip Reuters.

Ditanya oleh pekerja badan antariksa Rusia, apakah operasi militer di Ukraina akan mencapai tujuannya, Putin berkata: "Tentu saja. Saya tidak ragu sama sekali".

Putin menjelaskan, Rusia akan "secara berirama dan tenang" melanjutkan operasinya. Namun, kesimpulan strategis yang paling penting adalah, tatanan internasional unipolar yang telah Amerika Serikat bangun setelah Perang Dingin bubar.

Menurut Putin, Rusia tidak punya pilihan selain berperang karena harus membela penutur bahasa Rusia di Ukraina timur dan mencegah bekas tetangga Sovietnya menjadi batu loncatan anti-Rusia bagi musuh Moskow.

Editor: S.S. Kurniawan