Puji keberhasilan China tangani pandemi, WHO: Tapi jangan berpuas diri



KONTAN.CO.ID - JENEWA. Petinggi badan kesehatan dunia WHO pada Senin (7/9) secara langsung memberi selamat kepada China atas keberhasilannya menekan angka infeksi Covid-19.

WHO memuji sinergi antara petugas kesehatan di garis depan serta para masyarakat yang mampu mentaati segala prosedur serta protokol kesehatan dengan baik.

"Ucapan selamat kami yang terdalam kami tujukan kepada petugas kesehatan garis depan China dan penduduk yang bekerja sama tanpa lelah untuk mendorong penyakit ini ke tingkat yang sangat rendah," ungkap Dr. Michael Ryan, direktur eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, pada konferensi pers rutin WHO, dikutip dari Xinhua.


Pujian Ryan datang setelah melihat fakta bahwa China tidak memiliki data infeksi lokal selama lebih dari dua minggu. Di samping itu, semua kasus impor dari luar negeri juga langsung ditangani melalui karantina segera setelah dideteksi.

Terlepas dari itu, Ryan tetap mengingatkan bahwa pandemi ini masih jauh dari kata berakhi. Ia meminta China untuk tetap berjuang dan tidak berpuas diri terlebih dahulu.

Baca Juga: Peneliti Costa Rica gunakan antibodi kuda untuk obati Covid-19 pada manusia

"Tapi seperti yang telah kita pelajari di negara lain, ini tidak akan berakhir di mana-mana sampai semuanya berakhir. Tidak ada ruang untuk berpuas diri," tutup Ryan.

Pada kesempatan itu WHO mengingatkan kepada semua negara, termasuk China, yang sudah kembali ke aktivitas normal untuk tetap waspada. Dibukanya kembali aktivitas masyarakat juga memiliki risiko timbulnya gelombang infeksi berikutnya.

Tiga aspek yang memengaruhi keberhasilan China

Sejalan dengan itu, Dr. Bruce Aylward, penasihat senior direktur jenderal WHO dan pimpinan misi pakar internasional COVID-19 di China, mengatakan China sedang melewati "tonggak sejarah" karena tidak melaporkan adanya infeksi COVID-19 lokal.

Keberhasilan China kali ini, ungkapnya, dapat dikaitkan dengan tiga aspek, yaitu investasi di tingkat negara dalam infrastruktur kesehatan masyarakat, rasa tanggung jawab individu para penduduk China, dan upaya luar biasa untuk membangun kapasitas dan kesiapsiagaan tambahan bahkan saat angka infeksi menurun.

"Saya pikir semua itu adalah bagian dari alasan yang kita lihat hari ini, yaitu tingkat penularan yang sangat rendah, yang mudah-mudahan bisa dipertahankan," ungkap Aylward seperti dikutip dari Xinhua.

Selanjutnya: Gelombang kebangkrutan di Jepang, hampir 500 perusahaan bangkrut selama pandemi