Pulihkan ekonomi, Trump buat aturan percepat pembangunan infrastruktur



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Kamis (4/6) telah meneken perintah eksekutif yang memberikan kekuatan darurat kepada Badan Federal untuk mempercepat proyek-proyek energi dan infrastruktur lainnya dengan mengesampingkan persyaratan izin lingkungan. 

Gedung Putih mengatakan perintah tersebut adalah cara untuk membantu pemulihan ekonomi dari dampak pandemi virus corona (Covid-19) dan meningkatkan infrastruktur.

Baca Juga: Kasino Marina Bay Sands di Singapura tersangkut kasus pencucian uang


Praktis, hal ini juga mendorong pekerjaan umum seperti proyek jalan raya, proyek energi, pipa terminal yang bakal dipercepat. Peraturan Presiden ini juga menginstruksikan Departemen Dalam Negeri, Pertanian dan Pertahanan untuk mempercepat proyek di tanah federal alias tanah milik AS.

Trump memang telah sangat keras untuk menentang regulasi yang memperlambat rencana pembangunan infrastruktur semasa pemerintahannya. Salah satu yang menghambat yakni aturan mengenai lingkungan hidup. 

Awal tahun ini, administrasi Trump juga mengusulkan untuk merampingkan Undang-Undang Kebijakan Lingkungan Nasional (NEPA), dan peraturan dasar yang menciptakan tinjauan lingkungan yang dinilai memakan waktu dalam proses pembangunan proyek infrastruktur utama.

Proposal tersebut saat ini sedang memasuki periode komentar dan ulasan dari publik. Kritik tentu bermunculan, dan mengatakan perintah Trump tersebut cenderung mengorbankan warga Afrika Amerika dan minoritas lain yang akan terpengaruh oleh pembangunan infrastruktur energi.

Baca Juga: Jenderal India dan China akan bertemu besok, bisa rujuk atau malah tambah panas?

"Menghilangkan NEPA mengambil salah satu alat komunitas kulit berwarna untuk melindungi diri dan membuat suara mereka didengar pada keputusan federal," ujar Anggota Kongres Demokrat Raul Grijalva, Ketua Komite Sumber Daya alam DPR AS dalam artikel yang dimuat Reuters, Jumat (6/5).

Christy Goldfuss, seorang Wakil Presiden Senior di Center for American Progress juga mengatakan memberikan badan tersebut menerobos aturan untuk proyek bahan bakar fosil akan membahayakan komunitas. Malah bisa lebih berbahaya dibandingkan pandemi Covid-19 dan kekerasan polisi.

Namun, asosiasi industri justru memuji perintah Trump. Asosiasi Pertambangan Nasional mengatakan akan mendukung peningkatan penggunaan cadangan mineral domestik yang jumlahnya diakui sangat besar.

Baca Juga: PM Singapura: China tak bisa gantikan peran keamanan dari Amerika di Asia Pasifik

Editor: Tendi Mahadi