Puluhan Ribu Jemaah Umrah Tertunda, Kemenhaj Imbau Tunggu Situasi Kondusif



JAKARTA – KONTAN.CO.ID. Eskalasi konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah mulai berdampak signifikan terhadap aktivitas ibadah umrah warga Indonesia. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat puluhan ribu jemaah terpaksa menunda keberangkatan mereka ke tanah suci demi alasan keamanan.

Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menjelaskan bahwa berdasarkan pendataan terbaru, terdapat puluhan ribu jemaah yang terdampak langsung oleh situasi yang belum kondusif tersebut.

"Ada sebanyak 43.363 jemaah yang tertunda keberangkatannya. Mereka adalah jemaah umrah yang direncanakan berangkat sebelum pelaksanaan haji 2026," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (2/3/2026).


Baca Juga: Kemenhaj Catat 6.047 Jemaah Umrah Telah Pulang ke Tanah Air

Meskipun jumlah jemaah yang tertunda sudah teridentifikasi, pemerintah belum dapat merinci total kerugian materiil akibat penundaan massal ini. Hal ini disebabkan adanya perbedaan harga pada setiap paket perjalanan yang ditawarkan oleh biro travel.

"Untuk total biaya umrahnya kami belum bisa update karena ini juga kaitan dengan paket layanan dari masing-masing Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU)," terangnya.

Sementara itu, terkait kondisi jemaah yang saat ini sudah berada di Arab Saudi, Ichsan menyebut bahwa pihaknya terus memantau pergerakan kepulangan mereka. Hingga saat ini, proses pemulangan jemaah masih berlangsung menggunakan penerbangan langsung ke tanah air.

"Data detilnya sedang kami minta ke asosiasi PPIU. Saat kami rilis sebanyak 58.873, dan di tanggal 28 Februari-1 Maret sudah pulang dengan penerbangan direct Saudi-Indonesia sebanyak 6.247. Namun kami juga mendapatkan masih ada jemaah umrah yang berangkat," paparnya.

Baca Juga: Eskalasi Timur Tengah, Komnas Haji Desak Pemerintah Jamin Keamanan Jemaah Umrah

Menyikapi ketegangan ini, pemerintah mengeluarkan imbauan bagi masyarakat yang telah menjadwalkan keberangkatan dalam waktu dekat. Kemenhaj menyarankan jemaah untuk memprioritaskan keselamatan dan menunggu hingga situasi di Timur Tengah membaik.

"Bagi jemaah yang belum berangkat, kami imbau untuk menunda sementara keberangkatannya menunggu suasana kondusif. Bagi yang masih di Arab Saudi atau di negara transit, tetap tenang dan menjaga kontak dengan PPIU dan KBRI setempat," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News