Puma Perkuat Strategi di Pasar Sepatu Lari, Garap Komunitas & Andalkan Produk Premium



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Persaingan di industri sepatu global semakin mengarah pada inovasi berbasis pengalaman dan teknologi. Tidak lagi sekadar menjual produk, pelaku industri berlomba membangun ekosistem yang menggabungkan performa, komunitas, dan gaya hidup.

Maka, Puma memperkuat strateginya di pasar lari dengan menghadirkan pendekatan berbasis experiential marketing. Salah satunya melalui program Deviate Route. Program lari 5K ini membangun engagement dengan komunitas.

Teamhead Marketing Puma Indonesia, Rachmat B. Trilaksono mengatakan, pendekatan ini mencerminkan perubahan perilaku konsumen. Khususnya pelari urban yang kini tidak hanya mengejar catatan waktu, tetapi juga pengalaman.


“Kami ingin menunjukkan bahwa berlari cepat bukan hanya soal angka di pace, tapi juga tentang bagaimana pelari berani menghadapi rute yang tidak biasa dan terus mencari tantangan baru,” ujarnya, akhir pekan lalu.

Baca Juga: Menperin Resmikan BPIPI untuk Perkuat Kompetensi dan Ekosistem Industri Alas Kaki

Dari sisi bisnis, inisiatif ini menjadi bagian dari kampanye peluncuran produk Puma Deviate 4 yang menyasar segmen sepatu lari performa tinggi. Puma melego Deviate 4 di kisaran Rp 2,5 juta, menempatkannya di segmen premium.

Strategi ini sejalan dengan tren industri yang menunjukkan peningkatan permintaan terhadap sepatu lari berteknologi tinggi. Seiring tumbuhnya komunitas lari dan meningkatnya kesadaran terhadap performa olahraga.

Selain itu, integrasi dengan platform digital seperti Strava dalam pelacakan aktivitas lari juga menunjukkan arah pengembangan ekosistem berbasis data. Hal ini membuka peluang bagi brand untuk memahami perilaku pengguna sekaligus memperkuat loyalitas konsumen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News