Punya 250 Ha Lahan Bekas Tambang, PTBA Gandeng Pertamina NRE Kembangkan PLTS



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) menggandeng PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) untuk menjajaki pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Ini dilakukan melalui pemanfaatan lahan pascatambang milik emiten tambang pelat merah tersebut. Kerja sama kedua perusahaan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU).

Sinergi BUMN ini menjadi momentum penting bagi perseroan dalam memperluas portofolio energi baru dan terbarukan (EBT). Proyek ini nantinya akan diintegrasikan ke dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034. 


Baca Juga: Bukit Asam (PTBA) Gandeng Pertamina NRE Kembangkan PLTS di Lahan Pascatambang

Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan menuturkan, sinergi antara Perseroan dan Pertamina NRE menjadi momentum strategis untuk mengambil peran dalam pengembangan proyek PLTS yang tercantum dalam RUPTL 2025-2034.

Bambang menilai kolaborasi ini akan memperkuat fundamental bisnis di masa depan. Pihaknya optimistis pemanfaatan teknologi hijau ini dapat berjalan beriringan dengan komitmen reduksi emisi.

"Sinergi ini menjadi milestone strategis bagi PTBA dalam percepatan transformasi bisnis energi, penguatan portofolio EBT, dan peningkatan kontribusi pendapatan energi masa depan," ujarnya dikutip dari keterbukaan informasi, Kamis (2/7/2026).

 
PTBA Chart by TradingView

Sementara itu, Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto meyakini, Sustainability Through Technology merupakan salah satu kunci menuju masa depan energi yang berkelanjutan.

Dia bilang, pemanfaatan lahan bekas tambang yang telah direklamasi ini akan menjadi batu loncatan penting untuk mendukung program Net Zero Emission. 

Baca Juga: PTBA dan PNRE Jajaki Pengembangan PLTS di Lahan Pascatambang

"Menurut saya yang lebih penting adalah bagaimana kita memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan energi yang semakin bersih, lebih efisien, dan mampu menurunkan emisi karbon secara signifikan. Di sisi lain, kita juga terus mengembangkan energi baru dan terbarukan sebagai bagian dari portofolio energi masa depan Indonesia. Semangat tersebut sejalan dengan transformasi yang sedang dijalankan PTBA," terangnya.

Melalui kemitraan dengan Pertamina NRE, PTBA berharap optimalisasi aset ini dapat memberikan dampak positif secara multi-dimensi bagi pertumbuhan perusahaan ke depan. 

"Salah satu problem PLTS adalah penyediaan lahan, nah disisi lain kami banyak lahan pascatambang yang direklamasi. Maka alangkah baiknya setelah reklamasi bisa menjadi sumber energi baru. Kami ada ribuan hektar, mungkin yang awal saya dengar dari teman-teman kami punya lebih dari 250 Ha lahan pascatambang yang siap untuk digunakan," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News