KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan rintisan (startup) penyedia layanan berbasis teknologi kesehatan, Halodoc menandatangani MoU (memorandum of understanding) dengan BPJS Kesehatan untuk mengembangkan layanan kesehatan berbasis digital. Lewat kerjasama ini, BPJS Kesehatan dan Halodoc ingin memperluas akses dan memperbaiki layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Baca Juga: Gara-gara unggah foto Joker, BPJS Kesehatan dapat somasi dari komunitas ODGJ
"Kehadiran teknologi memberi peluang besar untuk mempercepat serta memperluas akses dan layanan bagi masyarakat. Kita harus menciptakan ekosistem digital di sektor kesehatan yang kondusif dan inklusif bagi berbagai lapisan masyarakat di seluruh Indonesia,” ungkap Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika, Kamis (10/10). Saat ini, Halodoc telah memiliki 7 juta pengguna aktif di seluruh Indonesia. Aplikasi kesehatan ini mencatat lebih dari 50% pengguna Halodoc merupakan penduduk luar Pulau Jawa, sebanyak 74% tinggal di luar Jakarta dan Surabaya. Kehadiran teknologi mampu menghadirkan kesetaraan akses dan layanan kesehatan bagi masyarakat di berbagai penjuru wilayah Indonesia.