Punya Prospek Menarik, Simak Rekomendasi Saham-Saham Rokok Berikut



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham-saham produsen rokok dinilai punya prospek yang menarik pada tahun ini. Head of Research Investasiku Cheril Tanuwijaya mengatakan, sentimen positif bagi sektor rokok berasal dari kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) dan pemulihan ekonomi yang terus berlanjut.

Dengan begitu, meski ada kenaikan harga jual dari para produsen, harga rokok masih bisa dijangkau. "Apalagi, semakin dekat dengan masa pemilihan umum, mobilitas masyarakat juga akan meningkat sehingga konsumsi rokok diperkirakan akan ikut terkerek," kata Cheril saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (30/7).

Sebagai gambaran, pada semester 1 2023, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) mencatatkan kenaikan pendapatan 4,95% secara year on year (YoY) menjadi Rp 56,15 triliun dari Rp 53,50 triliun. Sejalan dengan itu, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat hingga 23,02% YoY menjadi Rp 3,75 triliun pada semester 1 2023, dari Rp 3,04 triliun.


Cheril mengatakan, pendapatan HMSP tumbuh karena didorong oleh penjualan ekspor yang naik signifikan sebesar 129% YoY. Selain itu, ada kenaikan yang signifikan dari penghasilan keuangan, yakni dari Rp 173,79 miliar pada semester 1 2022 menjadi Rp 303,10 miliar pada semester 1 2023.

Baca Juga: Daya Beli Jadi Vitamin Bagi Emiten Rokok

Dalam riset tanggal 28 Juli 2023, Analis Ciptadana Sekuritas Putu Chantika Putri mengatakan, realisasi pendapatan HMSP pada paruh pertama tahun ini setara dengan 47% proyeksi Ciptadana Sekuritas dan 48% proyeksi konsensus untuk setahun penuh 2023. Sementara itu, perolehan laba bersih HMSP mencakup 42% proyeksi Ciptadana Sekuritas dan 44% proyeksi konsensus untuk setahun penuh 2023.

Dalam riset lainnya, Analis Maybank Sekuritas Indonesia Willy Goutama dan Jocelyn Santoso mengatakan, laba bersih semester 1 2023 HMSP didorong oleh ekspansi margin keuntungan berkat kenaikan harga. Pada kuartal II-2023, HMSP dapat mempertahankan pangsa pasarnya sebesar 28,9%, dari 28,5% pada kuartal I-2023 dan 28,3% di kuartal II-2022.

Hal ini terjadi berkat kebijakan harga HMSP yang tidak terlalu agresif. "HMSP hanya menaikkan harga jual rata-rata alias average selling price (ASP) sebesar 1%-2% di seluruh merek andalannya pada kuartal II-2023," ucap kedua analis tersebut.

Sementara itu, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) belum merilis laporan keuangannya per semester I 2023. Namun, Cheril memprediksi, GGRM juga berpotensi mencatatkan kenaikan kinerja dari sisi top line maupun bottom line. Pasalnya, ada low base effect dari kondisi 2022 dan ada kenaikan harga jual rata-rata di GGRM.

Baca Juga: Laba Bersih HM Sampoerna (HMSP) Melesat 23% di Semester I-2023

Untuk PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM), Maybank Sekuritas Indonesia melihat, emiten ini menjadi pemenang dalam masalah keterjangkauan harga. Sebagai produsen tier kedua, WIIM menikmati tarif cukai yang lebih rendah dibanding pemain tier pertama sehingga menjadi tujuan bagi para perokok yang melakukan downtrading.

Pada semester 1 2023, WIIM mencatatkan kenaikan laba bersih 200% YoY menjadi Rp 247 miliar berkat ekspansi margin keuntungan. Volume penjualan SKT WIIM pada semester 1 2023 mencapai 350 juta batang, setara 50% dari target 2023 WIIM yang sebanyaj 700 juta batang.

Pencapaian ini mencerminkan posisi kompetitif WIIM untuk menangkap migrasi perokok dari produk rokok tier-1 yang mahal. "WIIM secara aktif menetapkan ASP-nya untuk mengisi titik harga yang ditinggalkan oleh GGRM/HMSP/Djarum karena siklus kenaikan ASP yang agresif," kata kedua analis Maybank Sekuritas Indonesia.

Terlepas dari kemampuan WIIM untuk menjadi pemain tier-1 dengan kapasitas produksi 4 miliar batang, WIIM secara strategis memilih untuk tetap sebagai pemain tier-2. Hal ini memungkinkan WIIM mendapatkan cukai 65% lebih rendah untuk sigaret kretek mesin (SKM) dibanding produsen rokok tier-I raksasa.

Di sisi lain, penjualan SKM filter WIIM pada kuartal I-2023 tumbuh pesat 177% YoY menjadi Rp 151 miliar pada kuartal I-2023. Jumlah ini mencakup 13% dari total penjualan. Bisnis filter SKM WIIM yang meningkat membuat downtrading perokok dari SKM tier-1 ke tier-2 akan tetap terjadi.

Baca Juga: Prospek Saham Baru Indeks LQ45, IDX30 dan IDX80 Masih Menderu

Di antara saham-saham rokok yang menarik, Cheril menilai valuasi GGRM merupakan yang paling murah. Per Jumat (28/7), PER GGRM sebesar 6,88 kali dibanding HMSP yang sebesar 14,11 kali dan WIIM 7,94 kali. Apalagi, GGRM baru saja masuk menjadi anggota indeks LQ45. Ia merekomendasikan buy GGRM dengan target harga Rp 30.000 per saham.

Kemudian, Ciptadana Sekuritas merekomendasikan hold HMSP dengan target harga Rp 1.000 per saham. Dengan daya beli yang kuat didorong oleh kegiatan pra-pemilu kegiatan, HMSP diharapkan lebih percaya diri dalam meningkatkan ASP produknya pada semester kedua 2023. Saat ini, ASP HMSP sedikit lebih rendah dibandingkan pesaingnya.

Kemudian, secara teknikal, penguatan yang terjadi pada WIIM disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian dan pergerakannya masih uptrend. Dari MACD dan Stochatic juga masih menunjukkan tanda lanjutan penguatan. Analis MNC Sekuritas Herditya Wicakana merekomendasikan trading buy WIIM dengan support di Rp 1.765 dan resistance di Rp 1.900.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati