Punya utang Rp 2 miliar Modern Sevel dimohon PKPU



KONTAN.CO.ID - Persidangan perdana penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) PT Modern Sevel Indonesia (MSI) digelar di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Dalam sidang pihak MSI maupun PT Soejach Bali dan PT Kurniamitra Duta Sentosa selaku pemohon PKPU hadir dalam persidangan. Kuasa hukum kedua pemohon Fitri Safitri mengatakan, pihak MSI memiliki utang yang telah jatuh tempo dan dapat ditagih. "Piutang kepada kedua klien kami mencapai Rp 2 miliar," ungkap dia, Senin (28/8). Rinciannya, kepada Soejach sebesar Rp 1,8 miliar dan Kurniamitra Rp 200 juta. Fitri menjelaskan, utang MSI itu telah jatuh tempo sejak September 2016. Yang mana, berawal dari kerjasama dari kedua pihak yakni Soejach yang merupakan suplier makanan cepat saji dan Kurniamitra sebgai suplier makanan dan minuman. Adapun kedua perusahaan tersebut sudah bermitra sejak awal Sevel hadir di Indonesia. Tapi diakuinya, pembayaran mulai macet sejak September 2016. "Hal itu dilihat berdasarkan faktur-faktur. Nah, di bulan itu juga pas jatuh tempo," tambah Fitri. Sekadar tahu saja, Direktur Utama PT Modern International Tbk (MDRN) selaku induks usaha MSI Sungkono Honoris beberapa waktu lalu menyatakan, pihaknya memang tidak dalam kondisi mampu memenuhi kewajiban pembayaran utang pasca ditutupnya seluruh gerai 7-Eleven pada akhir Juni yang lalu. Sekadar informasi, Sevel memang memiliki sejumlah utang pada beberapa pihak. Total utang MDRN ke perbankan nilainya Rp 597 miliar. Dengan rincian ke Standard Chartered sebesar Rp 243,96 miliar, CIMB Niaga Rp 187,6 miliar dan Bank Mandiri Rp 164,33 miliar. Masih ada pula kewajiban terhadap pegawai sebesar Rp 20,7 miliar, terhadap pemasuk sebesar Rp 203,4 miliar dan kewajiban pajak Rp 43,9 miliar. Sementara aset yang dimiliki, totalnya hanya Rp Rp 222,2 miliar. Aset tersebut teridiri dari security deposit yang bisa dicairkan dari 7-Eleven Inc sebesar Rp 61,3 miliar. Di tambah tanah dan bangunan sebesar Rp 9,2 miliar, inventaris aset Rp 6,7 miliar, peralatan senilai Rp 30,5 miliar, sewa yang telah terbayarkan senilai Rp 31,6 miliar, aset store fit-out Rp 78,5 miliar dan security deposit untuk leasing dan utilities sebesar Rp 4,4 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Dessy Rosalina