PUPR targetkan serap 93% anggaran di akhir tahun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. menjelang tutup tahun, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus kebut pembangunan fisik infrastruktur.

Hingga 29 November, progress pembangunan di Kementerian PUPR sendiri telah capai 79,12%. Meningkat dibanding periode yang sama pada 2016 sebesar 76,57%.

Dari segi penyerapan keuangan pun turut meningkat yaitu 71,64% atau senilai Rp 75,55 triliun dari total anggaran 2017Rp 105,4 triliun. Sementara pada periode yang sama, tahun lalu tingkat serapannya sebesar 67,06% dari total anggaran Rp 98,19 triliun.


Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pun turut gembira atas capaian ini. Ia sendiri targetkan hingga akhir tahun Kementerian PUPR bisa menyerap anggaran hingga 93%.

"Dengan progres fisik seperti ini, saya kira cukup baik dan ditargetkan penyerapan bisa mencapai 93 persen pada akhir tahun,” kata Menteri Basuki dalam keterangan resminya.

Terus menggenjot serapan anggaran, Kementerian PUPR juga telah laksanakan lelang dini untuk tahun anggaran 2018, di mana total anggarannya capai Rp 107,38 triliun.

Targetnya 5.516 paket senilai Rp 33,99 triliun akan dilelang Kementerian PUPR. Sementara hingga 29 November 2017, sebanyak 999 paket pekerjaan senilai Rp 5,8 triliun telah dilelangkan.

Ditargetkan 50%-60% paket pekerjaan yang lelang dini sudah bisa ditandatangani kontrak pekerjaannya pada bulan Januari 2018 sebagai awal dimulainya pekerjaan.

Dari jumlah tersebut, Ditjen Bina Marga jadi unit eselon I yang paling banyak melakukan lelang dini yaitu sebanyak 548 paket dengan nilai Rp 4,6 triliun.

Selain itu ada Ditjen Sumber Daya Air yang akan lelang dini 368 paket dengan nilai Rp 881,9 miliar, Ditjen Cipta Karya sebanyak 68 paket dengan nilai Rp 262, 5 miliar, dan Ditjen Penyediaan Perumahan sebanyak 4 paket dengan nilai Rp 6,4 miliar.

Dirjen Sumber Daya Air Imam Santoso dalam Jumpa Pers di Kementerian PUPR, Kamis (30/11) katakan, jumlah paket yang dilelang dini sebesar 18,22% dari total anggaran 2018 sebanyak 2031 paket senilai Rp 7,76 triliun.

"Paling banyak paket lelang kita itu, 80,6% yang nilainya paling besar Rp 50 miliar, untuk paket Rp 50 miliar sampai 100 miliar ada 15%, sisanya yang di atas Rp 100 miliar," kata Imam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto