PUPR tata pemukiman tepi Kapuas



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah berupaya menata perkotaan di sejumlah daerah. Salah satunya di Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.

Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, salah satu penyebab adanya penataan kota lantaran terjadi urbanisasi. "Menghadapi urbanisasi, perencanaan pembangunan perkotaan perlu dilakukan sebaik-baiknya," kata Basuki pada keterangan tertulisnya, Senin Malam (30/10).

Laiknya kota besar lain, Pontianak juga punya lokasi permukiman kumuh, salah satunya di Kampung Beting, Kecamatan Pontianak Timur. Kampung tersebut saat ini sedang dilakukan penataan oleh Kementerian PUPR bersama dengan Pemerintah Kota Pontianak.


Sekretaris Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Rina Agustin Indriani mengatakan penataan kawasan kumuh tidak hanya memperbaiki fisik infrastruktur namun juga kualitas hidup masyarakat.

Perencanaan penataan kawasan permukiman di tepian sungai Kapuas itu dilakukan secara bersama dengan Pemerintah Kota Pontianak dan masyarakat.

Pada tahun 2017-2018, Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya melakukan kegiatan pembangunan kawasan permukiman nelayan/tepi air di Kampung Beting. Kegiatan ini menata dan membangun jalan gertak tapak sepanjang 3,2 km, 13 jetty sampan dan perbaikan 27 jembatan kecil. Saat ini progres pembangunan sudah 30%.

Penataan permukiman kumuh Kampung Beting juga terintegrasi dengan penataan tepian Sungai Kapuas di Tambelan Sampit yang lokasinya tak jauh dari Kampung Beting. Penataan berupa pembangunan jalan gertak di tepian sungai yang dilengkapi dengan pagar besi sepanjang 1,2 km dilengkapi lampu penerangan jalan sehingga akan menjadi ruang terbuka yang indah. Pemasangan pagar juga dimaksudkan untuk mencegah munculnya kembali hunian liar di tepi sungai sekaligus mengurangi angka kriminalitas.

Disamping itu juga dibangun gazebo dan jembatan penghubung antar anak sungai. Penataan tepi Sungai Kapuas di Tambelan Sampit dikerjakan sejak tahun 2016 dan saat ini progresnya sudah 90%, dengan target selesai Desember 2017.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Markus Sumartomjon