Pupuk Indonesia Gandeng Jepang Jajaki Pendanaan Pengembangan Energi Besar



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Pupuk Indonesia (Persero) semakin serius mendukung pengembangan ekosistem energi bersih masa depan melalui clean ammonia dan hidrogen. Untuk itu, perusahaan pelat merah ini meneken nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Japan Bank for International Coorporation (JBIC), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Jepang.   Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia, Nugroho Christijanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan sejumlah kerjasama pengembangan clean ammonia atau amonia bersih dengan sejumlah perusahaan Jepang. Sebab, Jepang bertujuan menggunakan clean ammonia sebagai sumber energi bersih sebagai upaya dekarbonisasi. 

“Pupuk Indonesia dan JBIC bersepakat untuk saling bertukar informasi terkait potensi kerjasama antara Pupuk Indonesia dengan sejumlah perusahaan Jepang di bidang rantai pasok amonia, hidrogen, dan energi terbarukan,” kata dia dalam keterangan resminya, Selasa (22/5).

Dalam kerja sama ini, JBIC juga akan berbagi pengalaman dan informasi seputar rangkaian produk keuangannya. Termasuk menjajaki kemungkinan JBIC memberikan dukungan pembiayaan proyek-proyek potensial antara Pupuk Indonesia dengan sejumlah perusahaan Jepang. 


Hingga saat ini, setidaknya terdapat enam perusahaan Jepang yang bekerjasama dengan Pupuk Indonesia dalam pengembangan clean ammonia. Keenam perusahaan tersebut adalah Mitsui, Toyo Engineering, Mitsubishi Corporation, INPEX, Itochu Corporation, dan IHI Corporation. 

Selain itu, Pupuk Indonesia memiliki kerjasama serupa dengan ACWA Power, perusahaan asal Arab Saudi, hingga perusahaan BUMN seperti Pertamina dan PLN. 

Pengembangan ammonia bersih menjadi bagian dalam peta jalan dekarbonisasi Pupuk Indonesia. Selain sebagai alternatif energi masa depan, amonia juga menjadi media dalam mendistribusikan hidrogen sebagai sumber energi masa depan. 

Hal ini sekaligus menjadi upaya perusahaan dalam mendukung target penurunan emisi karbon yang dicanangkan pemerintah Indonesia. 

“Pupuk Indonesia saat ini memiliki kapasitas produksi amonia tujuh juta ton per tahun dengan fasilitas penyimpanan dan distribusi amonia yang lengkap dan telah berpengalaman lebih dari 50 tahun. Dengan kemampuan tersebut, kami ingin menjadi pemain utama global,” jelas Nugroho. 

Sementara Managing Executive Officer JBIC, Inaba Yutaka, menyatakan bahwa MoU ini akan turut mempromosikan kerjasama sejumlah sektor yang menggunakan amonia dan hidrogen sebagai sumber energi. Hal ini mengingat Pupuk Indonesia memiliki kerjasama dengan perusahaan Jepang di bidang clean ammonia untuk kebutuhan ekspor di masa depan.

Melalui MoU ini, Inaba menyebutkan JBIC memiliki tujuan untuk meningkatkan akselerasi pengembangan rantai pasok clean amonia dan hidrogen. Menurutnya, penandatanganan MoU ini juga akan mendukung sejumlah inisiatif, termasuk Asia Zero Emissions Community (AZEC), sekaligus mengamankan produksi dan rantai pasok amonia dan hidrogen bagi Jepang. 

“Sebagai institusi keuangan Jepang, JBIC akan terus menciptakan peluang bisnis bagi perusahaan-perusahaan Jepang, sekaligus membantu mengamankan pasokan energi bersih yang stabil bagi Jepang melalui penguatan kerjasama bersama mitra-mitra penting di bidang dekarbonisasi,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dina Hutauruk