Pupuk Indonesia Gandeng PLN dan ACWA Power Kembangkan Green Hydrogen dan Green Amonia



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pupuk Indonesia menggandeng PLN dan ACWA Power Company, perusahaan listrik Arab Saudi, untuk bersama-sama mengembangkan green hydrogen dan green ammonia terintegrasi. Ini merupakan upaya perusahaan mewujudkan komitmennya dalam pengembangan energi bersih

Kerjasama dituangkan dalam perjanjian kerjasama studi pengembangan bersama atau joint development study agreement Green Hydrogen dan Green Ammonia Terintegrasi.

Wakil Menteri BUMN I, Pahala Mansury mengatakan, kerja sama green hydrogen dan green ammonia merupakan tindak lanjut pengembangan energi bersih yang sebelumnya telah dilakukan di kawasan industri hijau  di Aceh.   “Kementerian BUMN mendukung kerjasama pengembangan green hydrogen dan green ammonia yang dilakukan oleh Pupuk Indonesia, PLN, dan ACWA Power Company. Kerjasama ini dalam rangka mengembangkan energi bersih di Jawa Timur khususnya di Kawasan Petrokimia Gresik,” kata dia dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Rabu (12/7).


Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman mengungkapkan, kerjasama tersebut merupakan tindak lanjut penerapan Pupuk Indonesia terhadap pengembangan energi bersih yang sebelumnya telah dikerjasamakan dengan ACWA Power Company.   Pupuk Indonesia menyambut baik kerjasama pengembangan green hydrogen dan green ammonia bersama PLN dan ACWA Power Company karena energi bersih ini sejalan dengan program ketahanan energi yang menjadi fokus Pemerintah.

BAkir mengatakan, dalam perjanjian studi bersama itu, pabrik green hydrogen dan green ammonia akan dibangun di Kawasan Industri Petrokimia Gresik, Jawa Timur. 

Setidaknya terdapat potensi sumber energi bersih dari PLTS dan PLTB dengan kapasitas maksimum 200 mega watt (MW) yang menghasilkan green hydrogen yang kemudian dikonversi menjadi green ammonia di Petrokimia Gresik.   “Melalui kerjasama ini, Pupuk Indonesia bersama PLN dan ACWA Power Company akan mengevaluasi konversi green hydrogen menjadi green ammonia dengan menggunakan fasilitas Gresik Ammonia yang sudah ada, serta membuka peluang kerja sama dengan off-taker green ammonia jangka panjang,” kata Bakir.   Dapat diketahui, hidrogen hijau atau green hydrogen adalah hidrogen yang diperoleh dari sumber bersih tanpa emisi karbon. ACWA Power Company sedang mengembangkan proyek hidrogen hijau NEOM di Arab Saudi dengan kebutuhan energi hijau sebesar 40 GW dan merupakan salah satu proyek hidrogen hijau terbesar di dunia. 

Selain itu, ACWA juga telah mengembangkan Noor Energy Project di UEA-Abu Dhabi yang merupakan concentrated solar power terbesar di Dunia, serta Shuaa Solar Power Energy Project.    Oleh karena itu, Pupuk Indonesia sebagai salah satu produsen amoniak terbesar di dunia dapat memainkan peran strategisnya dalam mendukung energi bersih melalui pengembangan amoniak hijau di Indonesia. 

Amoniak hijau merupakan senyawa kimia yang dapat menjadi sumber energi bersih masa depan sekaligus sebagai media untuk mengangkut hidrogen atau hydrogen carrier.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dina Hutauruk