Pupuk Indonesia Integrasikan Distribusi Pupuk Nasional lewat Command Center



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pupuk Indonesia (Persero) mengoperasikan Command Center sebagai pusat kendali distribusi pupuk nasional. Sistem ini menjadi bagian dari penguatan digitalisasi distribusi untuk memastikan pupuk tersalurkan lebih cepat dan tepat sasaran.

Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia Yehezkiel Adiperwira mengatakan, distribusi pupuk adalah bagian penting dalam menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional. 

Melalui Command Center, Pupuk Indonesia membangun sistem distribusi yang terintegrasi, dari produksi, pemantauan stok, hingga pengawasan penyaluran, agar pupuk diterima petani lebih cepat dan tepat sasaran. 


“Command Center menjadi bagian dari transformasi digital perusahaan yang mengintegrasikan berbagai sistem digital distribusi Pupuk Indonesia dalam satu dashboard monitoring.  Melalui transformasi digital ini, Pupuk Indonesia membangun rantai pasok pupuk yang lebih efisien, terintegrasi, dan responsif dengan menghubungkan proses distribusi dari hulu hingga hilir,” ungkap Yehezkiel, dalam siaran pers, Rabu (20/5/2026). 

Baca Juga: Pupuk Indonesia Perkuat Command Center, Distribusi Pupuk Subsidi Dipantau Real-Time

Ia melanjutkan, integrasi pemantauan berbasis Command Center mendukung implementasi Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025, di mana Pupuk Indonesia berperan sebagai penanggung jawab utama penyaluran pupuk hingga ke tingkat Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS).

Dalam operasionalnya, Command Center dilengkapi berbagai fitur monitoring yang terhubung di setiap tahapan distribusi. Pada tahap produksi, Command Center mampu memantau tingkat produktivitas seluruh pabrik Pupuk Indonesia Grup. 

Selanjutnya pada tahap distribusi, fitur pelacakan kapal dan truk berbasis GPS memungkinkan Pupuk Indonesia memantau pergerakan distribusi di lapangan, sekaligus mendeteksi potensi hambatan maupun penyimpangan selama proses pengangkutan berlangsung.

Baca Juga: Penebusan Pupuk Subsidi Melonjak 36%, Pupuk Indonesia Perkuat Distribusi Nasional

Lebih jauh, sistem Distribution Planning and Control System (DPCS) juga digunakan untuk memantau kondisi stok pupuk di berbagai wilayah menggunakan indikator warna sebagai early warning system untuk mendeteksi potensi kekurangan pasokan lebih dini. 

“Ketika terdapat peningkatan kebutuhan di suatu wilayah, kami dapat segera melakukan penyesuaian pasokan pupuk agar distribusi tetap berjalan lancar dan kebutuhan petani selalu terpenuhi,” paparnya. 

Dengan pemantauan terintegrasi mulai dari proses produksi hingga distribusi, Pupuk Indonesia mampu menjaga ketersediaan stok pupuk nasional tetap dalam kondisi aman. Hingga 19 Mei 2026, stok pupuk nasional tercatat sebanyak 1,17 juta ton yang terdiri dari berbagai jenis pupuk.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Siap Ekspor Urea, Pasokan Dalam Negeri Tetap Prioritas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News