Pupuk Indonesia Pangan akan fokus produksi beras ke segmen menengah di 2021



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dampak pandemi Covid-19 membuat pola segmentasi beras menjadi berubah. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Pupuk Indonesia Pangan (PI Pangan), Budiono yang melihat bahwa tahun ini masyarakat lebih cenderung membeli beras medium ketimbang premium.

Budiono mengungkapkan pada tiga bulan pertama di tahun ini terjadi transisi penjualan. Tahun lalu, PI Pangan banyak memasok beras premium ke korporat dan institusi karena adanya bantuan sosial (bansos). Namun, setelah bansos bukan lagi dalam bentuk pangan melainkan uang, para korporat yang sudah terlanjur membeli sudah mulai distribusikan lagi ke ritel-ritel.

"Otomatis pihak produsen harus mengubah pola pasar yang sebelumnya bermain di korporat dan institusi, sekarang memperkuat ke ritel. Kami harus memanfaatkan peluang ini dengan cepat," kata Budiono kepada Kontan.co.id, Jumat (11/3).


Adapun berubahnya bantuan sosial menjadi uang, otomatis target pasar berubah menjadi ke masyarakat. Budiono melihat di masa pandemi ketika pendapatan turun, masyarakat tidak menghilangkan konsumsi tetapi mengurangi kualitas produk yang dikonsumsi.

Baca Juga: Sejumlah produsen beras mengamankan stok menjelang Ramadan

Dia mencontohkan, orang yang biasanya membeli beras premium menjadi beras kualitas medium plus. Budiono menegaskan, kendati secara kualitas berbeda, kandungan nutrisi dan rasa beras medium plus tetap sama.

"Di 2021 kami mengikuti pola ini dengan memperbanyak produksi beras premium dengan komposisi kapasitas produksi untuk premium menjadi 60%-70% dari yang sebelumnya hanya 30%-40%," kata Budiono.

Asal tahu saja, saat ini kapasitas produksi PI Pangan sebesar 8 ton per jam. Di tahun ini, PI Pangan juga berencana meningkatkan kapasitas produksi dengan pola kemitraan. PI Pangan akan bekerja sama dengan mitra-mitra di daerah untuk meningkatkan produktivitas mereka. Budiono berharap dengan kerja sama ini, PI Pangan bisa mengerek kapasitas produksi secara total hingga 150% di tahun ini.

Baca Juga: Produksi beras meningkat, AB2TI: Impor beras tidak perlu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati