KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pupuk Indonesia memperkuat pengawasan distribusi pupuk subsidi melalui Command Center yang memantau alur penyaluran secara real-time dari pabrik hingga ke petani. Sistem ini dirancang untuk mempercepat respons distribusi sekaligus mencegah potensi kelangkaan di lapangan. Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira, mengatakan sistem terintegrasi ini menjadi kunci dalam menjaga kelancaran distribusi pupuk untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
"Seluruh proses, mulai dari produksi hingga penyaluran, kini dapat dipantau dalam satu sistem terpadu." ujarnya dalam siaran pers, Kamis (21/5/2026).
Baca Juga: Penebusan Pupuk Subsidi Melonjak 36%, Pupuk Indonesia Perkuat Distribusi Nasional Senada, SVP Distribusi Pupuk Indonesia Veronika Trisna Sukmawati menjelaskan Command Center juga mendukung implementasi Perpres Nomor 113 Tahun 2025. Sistem ini mengintegrasikan berbagai data distribusi dalam satu dashboard, termasuk pelacakan armada berbasis GPS serta pemantauan stok melalui Distribution Planning and Control System (DPCS) yang dilengkapi peringatan dini potensi kekurangan pasokan. Hingga 19 Mei 2026, stok pupuk nasional tercatat 1,17 juta ton dalam kondisi aman. Sistem ini juga memungkinkan penyesuaian distribusi lebih cepat saat terjadi lonjakan permintaan di wilayah tertentu. Di sisi penyaluran, aplikasi iPubers menjadi ujung akhir distribusi pupuk subsidi. SVP Digitalisasi & Data Science Pupuk Indonesia Yetty Endarwati mengatakan aplikasi ini memungkinkan petani menebus pupuk hanya dengan KTP di titik serah resmi, sekaligus terintegrasi langsung dengan Command Center untuk pemantauan real-time. Saat ini, sekitar 2,5 juta transaksi penebusan pupuk subsidi dipantau setiap bulan melalui sistem tersebut. Data transaksi yang terekam juga membantu mendeteksi potensi penyimpangan lebih dini.
Baca Juga: Pupuk Indonesia Resmikan Modernisasi Pabrik Tertua Pupuk Kaltim Selain sistem digital, pengawasan juga dilakukan langsung di lapangan melalui koordinasi dengan KP3, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan dinas terkait. Hingga 19 Mei 2026, realisasi penebusan pupuk subsidi mencapai 3,7 juta ton atau tumbuh 34% dibanding periode yang sama tahun lalu. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News