Pupuk Indonesia Resmikan Modernisasi Pabrik Tertua Pupuk Kaltim



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pupuk Indonesia melalui anak usahanya PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) meresmikan Revamping Ammonia Pabrik-2 sebagai bagian dari program revitalisasi industri pupuk nasional. 

Melalui langkah strategis peremajaan pabrik ini, Pupuk Indonesia Group dapat meningkatkan efisiensi energi dan memperkuat keandalan operasi pabrik guna menjaga keberlanjutan swasembada pangan.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi mengatakan bahwa modernisasi Pabrik-2 Pupuk Kaltim mampu menurunkan konsumsi gas sebesar 4 MMBtu per ton amonia atau lebih dari 10% dari kondisi sebelumnya. Peningkatan efisiensi tersebut membuat produksi amonia sebagai bahan baku pupuk menjadi lebih hemat biaya dan mampu mengurangi emisi karbon sebanyak 110.000 ton CO2 per tahun.


Baca Juga: Tingkatkan Hilirisasi, Teladan Prima (TLDN) Bangun KCP & BPP ke-2 di Kalimantan Timur

“Modernisasi pabrik ini merupakan cerminan visi besar negara dalam membangun kemandirian industri pupuk sebagai fondasi keberlanjutan swasembada pangan, sebuah visi yang terus kami lanjutkan hingga hari ini,” ujar Rahmad, dalam keterangan resmi, Jumat (30/1/2026). 

Pupuk Indonesia bersama Pupuk Kaltim memulai proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 pada November 2023 terhadap pabrik yang telah beroperasi sejak 1984 tersebut. Selama ini, Pabrik-2 Pupuk Kaltim menjadi salah satu tulang punggung produksi perusahaan dengan kapasitas tahunan mencapai 595 ribu ton amonia dan 570 ribu ton urea per tahun.

Modernisasi dilakukan melalui penggantian peralatan utama, meliputi pembaruan proses di shift converterAmmonia Converter, dan CO2 removal system yang mampu meningkatkan efisiensi dan keandalan pabrik. 

Pabrik ini kini didukung otomatisasi dan digitalisasi sistem kontrol melalui penerapan Distributed Control System (DCS), yang memungkinkan pengendalian proses lebih akurat, pemantauan real-time, serta meningkatkan keandalan operasi dan kemudahan analisis gangguan. Secara keseluruhan, peremajaan ini mampu memperpanjang umur teknis pabrik hingga 15 tahun ke depan.

Revamping dapat terlaksana berkat dukungan Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025 yang mempercepat program revitalisasi industri pupuk nasional melalui skema subsidi pupuk yang lebih adaptif, sehingga memberi ruang bagi Pupuk Indonesia memodernisasi pabrik. 

Selain Revamping Ammonia Pabrik-2, dalam lima tahun ke depan perusahaan menargetkan peremajaan dan pembangunan 6 pabrik lainnya, seperti Revitalisasi Pusri 3B, pengembangan NPK Phonska VI Petrokimia Gresik, Pabrik Amurea PIM III, serta Kawasan Industri Pupuk (KIP) Fakfak.

Revamping Ammonia Pabrik-2 merupakan proyek pertama yang diresmikan dari tujuh komitmen revitalisasi dan penguatan industri pupuk yang akan dijalankan Pupuk Indonesia Group hingga tahun 2029,” kata dia.

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Gusrizal mengatakan Revamping Ammonia Pabrik-2 memiliki arti strategis bagi perusahaan. Melalui digitalisasi dan penerapan teknologi terbaru, pabrik kini beroperasi lebih efisien dan optimal, sehingga mampu memastikan pemenuhan kebutuhan bahan baku pupuk nasional secara berkesinambungan.

Baca Juga: Indonesia Paradise (INPP) Siapkan Capex Rp 400 Miliar di 2026, Ini Tujuannya

Melalui peremajaan ini, Pupuk Kaltim menegaskan komitmennya untuk mendukung program revitalisasi industri pupuk yang tengah dijalankan Pupuk Indonesia. Program tersebut menargetkan revitalisasi terhadap tujuh pabrik guna menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional.

“Modernisasi pabrik ini merupakan investasi jangka panjang untuk menghadirkan produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Melalui program ini, kami optimistis dapat menjaga pasokan pupuk nasional untuk mendukung ketahanan pangan Indonesia secara berkelanjutan,” ujar Gusrizal.

Selanjutnya: Pemerintah AS Alami Shutdown Singkat Akibat Kebuntuan di Kongres

Menarik Dibaca: Harga Bitcoin Bergerak Liar, Investor Disarankan Berhati-hati

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: