Pupuk Indonesia Siap Ekspor Urea, Pasokan Dalam Negeri Tetap Prioritas



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan kesiapan produksi dan pasokan untuk mendukung rencana pemerintah memanfaatkan peluang ekspor pupuk urea ke pasar global. 

Meski demikian, perusahaan menegaskan pemenuhan kebutuhan dalam negeri tetap menjadi prioritas utama.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengatakan kebijakan ekspor hanya akan dilakukan jika kebutuhan domestik telah terpenuhi, sejalan dengan arahan pemerintah. 


"Kita ekspor ketika kebutuhan dalam negeri cukup," ujarnya dalam siaran pers, seperti dikutip, Jumat (17/4/2026). 

Baca Juga: Pupuk Indonesia Siap Salurkan 9,8 Juta Ton Pupuk Subsidi Mulai 1 Januari 2026

Di tengah dinamika geopolitik global yang memicu gangguan rantai pasok pupuk, Rahmad menilai Indonesia justru berada pada posisi yang relatif kuat, khususnya untuk komoditas urea. 

Kapasitas produksi yang besar membuka peluang bagi Indonesia untuk berperan sebagai penopang pasokan global.

Ia menyebut, kondisi tersebut memberi ruang bagi Indonesia untuk memperluas ekspor sekaligus memperkuat kontribusi terhadap perekonomian nasional dan ketahanan pangan regional. 

"Kita tidak rentan, justru bisa mengambil posisi sebagai salah satu penyelamat ekosistem pangan regional," katanya.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menambahkan, peluang ekspor semakin terbuka seiring meningkatnya permintaan global akibat gangguan distribusi, termasuk dari kawasan Selat Hormuz. 

Saat ini, sedikitnya empat negara, Australia, India, Filipina, dan Brasil, telah menjalin komunikasi untuk mengimpor urea dari Indonesia.

Namun demikian, pemerintah menekankan kebijakan ekspor akan dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kebutuhan petani dalam negeri. 

Indonesia dinilai memiliki keunggulan karena mampu memproduksi urea berbasis gas alam domestik, sehingga tidak bergantung pada impor.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Pastikan Pasokan Pupuk Nasional Aman di Tengah Gejolak Timur Tengah

Rahmad memastikan, rencana ekspor tidak akan mengganggu kebutuhan dalam negeri, terutama saat musim tanam. "Kita tidak mungkin akan mengekspor ketika musim tanam," tegasnya.

Dari sisi kapasitas, Pupuk Indonesia mampu memproduksi urea hingga 9,4 juta ton per tahun, lebih tinggi dibandingkan kebutuhan domestik yang berada di kisaran 6 juta sampai 7 juta ton. Ketersediaan bahan baku gas alam yang terjamin turut mendukung keberlanjutan produksi.

Per 14 April 2026, stok pupuk tercatat mencapai sekitar 1,2 juta ton, baik subsidi maupun non-subsidi. Jumlah tersebut ditopang produksi harian sekitar 25.000 ton urea dan 15.000 ton pupuk NPK. "Jadi sangat cukup" kata Rahmad.

Di tengah fluktuasi harga pupuk global, pemerintah juga memastikan stabilitas harga pupuk subsidi di dalam negeri. Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi yang telah diturunkan sebesar 20% sejak Oktober 2025 tetap dipertahankan untuk menjaga keterjangkauan bagi petani.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Pastikan Pupuk Bersubsidi Tersedia Sejak Hari Pertama 2026

“Ketika harga dunia naik, harga pupuk subsidi di Indonesia justru turun,” ujar Rahmad.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News