Pupuk Indonesia Siap Salurkan 9,01 Juta Ton Alokasi Pupuk Subsidi 2023



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Pupuk Indonesia (Persero) siap menyalurkan pupuk subsidi sesuai alokasi 2023 yang telah ditetapkan pemerintah. Proses penyaluran ini akan didukung 1.013 distributor.

Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Gusrizal mengatakan bahwa sebanyak 1.013 distributor ini telah melakukan penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) pupuk subsidi tahun anggaran 2023.

Menurutnya, untuk tahun anggaran 2023, Pupuk Indonesia menargetkan penyaluran bisa optimal mendekati 100% dari alokasi yang diterbitkan pemerintah. 


"Secara periodik Pupuk Indonesia juga akan lakukan evaluasi atas kinerja penyaluran dari masing-masing distributor yang akan jadi pertimbangan atas kelangsungan kerjasama ke depan,” kata Gusrizal dalam keterangan resminya, Jumat (16/12).

Baca Juga: Cek Rekrutmenbersama.fhcibumn.id, Hari Ini Pengumuman Peserta Seleksi Tes Online

Berdasarkan Kepmentan Nomor 734 Tahun 2022, total alokasi pupuk subsidi tahun 2023 ditetapkan sebanyak 9.013.706 ton. Itu terdiri dari  yang terdiri dari pupuk urea sebanyak 5.570.330 ton, nitrogen, posfor, dan kalium (NPK) 3.232.373 ton, serta NPK formula khusus 211.003 ton. 

Dari sisi harga, ditetapkan HET masing-masing senilai Rp 2.250 per kg untuk pupuk urea, Rp 2.300 per kg untuk pupuk NPK, serta Rp 3.300 untuk pupuk NPK untuk kakao atau yang juga disebut dengan istilah NPK formula khusus.

Gusrizal mengimbau seluruh distributor untuk menerapkan sistem digitalisasi yang telah dikembangkan dan diimplementasikan Pupuk Indonesia yaitu Aplikasi Rekan.

SEVP Operasi Pemasaran Pupuk Indonesia, Gatoet Gembiro Noegroho, mengatakan bahwa seluruh distributor yang telah melakukan penandatanganan SPJB akan mendukung proses penyaluran di wilayah barat dan timur Indonesia. 

Sebagai informasi, sebanyak 649 distributor yang telah menandatangani SPJB untuk penyaluran wilayah barat dan sebanyak 364 distributor akan menyalurkan wilayah timur Indonesia.

Baca Juga: Bukan Food Estate, Walhi Sebut Atasi Ancaman Krisis Lewat Pengembangan Keanekaragaman

Editor: Noverius Laoli