KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mempercepat transformasi Terminal Khusus (Tersus) Pupuk Kaltim melalui pengembangan konsep Green Port dan Smart Port. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat aspek keberlanjutan. Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra mengatakan pengembangan pelabuhan telah mengacu pada konsep Green Port sejak 2018. Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan membangun pelabuhan yang modern, aman, efisien, dan berkelanjutan. "Kami meyakini daya saing industri tidak hanya ditentukan oleh kapasitas produksi, tetapi juga kemampuan mengelola operasional secara bertanggung jawab melalui prinsip
environmental, social, and governance (ESG)," ujar Rafli dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).
Sebagai bagian dari implementasi Green Port, Pupuk Kaltim memanfaatkan energi terbarukan di kawasan terminal khusus dan mengembangkan ekosistem energi bersih. Perusahaan juga menjalankan berbagai program konservasi, seperti pengembangan kawasan rusa sambar, pelestarian terumbu karang, serta perlindungan flora endemik Anggrek Hitam. Selain itu, perusahaan memperluas ruang terbuka hijau di kawasan pelabuhan untuk mendukung keseimbangan ekosistem.
Baca Juga: Pupuk Kaltim Catat Produksi 3,44 Juta Ton di Sepanjang Semester I-2026 Di sisi lain, Pupuk Kaltim memperkuat transformasi digital melalui pengembangan konsep Smart Port. Salah satu inovasinya adalah aplikasi iPortlog yang mengintegrasikan berbagai layanan operasional pelabuhan. Melalui iPortlog, seluruh proses pelayanan kapal dapat dipantau secara real time, mulai dari aktivitas bongkar muat, penggunaan fasilitas pelabuhan, hingga indikator kinerja operasional dan pengapalan. Dashboard yang terintegrasi juga memungkinkan manajemen memperoleh data operasional secara cepat sehingga pengambilan keputusan menjadi lebih efektif. "Melalui integrasi sistem seperti iPortlog, kami mampu meningkatkan efisiensi pelayanan kapal, mempercepat proses bisnis, sekaligus memastikan seluruh aktivitas operasional berlangsung lebih transparan," kata Rafli. Menurut Rafli, transformasi tersebut tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan. Pupuk Kaltim menerapkan standar keselamatan internasional, pengelolaan risiko secara sistematis, latihan tanggap darurat secara berkala, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Ke depan, Pupuk Kaltim akan terus mempercepat implementasi Green and Smart Port untuk mendukung efisiensi operasional, dekarbonisasi, dan digitalisasi. "Kami memastikan Terminal Khusus Pupuk Kaltim tidak hanya menjadi pelabuhan kelas dunia, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan daya saing logistik nasional dan pencapaian target pembangunan berkelanjutan," tutup Rafli.
Baca Juga: Produksi Pupuk Kaltim Capai 2,14 Juta Ton pada Kuartal I-2026 Atas langkah tersebut, Pupuk Kaltim raih penghargaan Green and Smart Port - ASRI 2026 dengan predikat Terbaik Bintang 5. Penghargaan ini bentuk pengakuan atas keberhasilan perusahaan menerapkan tata kelola pelabuhan yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan, transformasi digital, serta keselamatan operasional. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan Green and Smart Port Initiatives ASRI 2026 menjadi tonggak transformasi pelabuhan nasional menuju sistem logistik yang lebih modern dan berkelanjutan. Pemerintah juga mendorong Gerakan ASRI diterapkan di seluruh moda transportasi. "Ini merupakan tonggak penting. Kami berharap pelabuhan lain segera mengikuti Gerakan ASRI," ujar Dudy. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai pelabuhan berperan penting dalam memperkuat logistik dan ketahanan pangan nasional, termasuk mendukung kelancaran distribusi pupuk. "Pelabuhan tidak hanya menjadi infrastruktur logistik, tetapi juga pilar dalam menjaga kelancaran pasokan dan stabilitas pangan," tandasnya Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News