Purbaya Akan Umumkan Realisasi APBN Mei 2026 Besok, Ini Bocorannya



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut akan segera mengumumkan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Mei 2026 melalui konferensi pers APBN KiTa yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (5/6).

Menjelang pengumuman tersebut, Purbaya memastikan kondisi fiskal Indonesia masih berada dalam kondisi yang baik dan terkendali meskipun ketidakpastian global dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih berlangsung.

Menurut Purbaya, berbagai indikator fiskal menunjukkan kinerja yang positif sehingga masyarakat dan pelaku pasar tidak perlu khawatir terhadap kondisi keuangan negara saat ini.


Baca Juga: Ekonom Ingatkan Risiko Fiskal di Balik Peluang PMN untuk Danantara

"Fiskalnya kan bagus. Besok ada itu, (konferensi pers) APBN KiTa. Anda boleh tanya lagi di situ, saya jelaskan lagi. Kalau enggak saya ngulang lagi ini, tapi pada dasarnya aman," ujar Purbaya kepada awak media, Kamis (4/6/2026).

Purbaya mengungkapkan, dalam konferensi pers APBN KiTa nanti pemerintah akan menjelaskan berbagai perkembangan ekonomi dan fiskal, termasuk upaya perbaikan kondisi ekonomi yang mulai terlihat sepanjang tahun ini.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun lalu dan diikuti oleh peningkatan penerimaan negara yang cukup signifikan.

"Dan kita jelaskan cara-cara tahun ini maupun tahun depan dan semua termasuk perbaikan kondisi ekonomi kita, pertumbuhan yang membaik dibanding tahun lalu dan pertumbuhan penerimaan yang signifikan," katanya.

Salah satu indikator yang menjadi sorotan adalah penerimaan pajak pada Mei 2026 yang mencatat pertumbuhan tinggi.

"Mei itu pertumbuhan pajaknya 22,1%, jadi jauh lebih tinggi dibanding tahun lalu. Itu satu hal yang menggembirakan. Jadi itu yang saya sampaikan ke mereka, nanti mereka akan menilai," tambah Purbaya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa posisi defisit APBN hingga Mei 2026 sedikit meningkat dibandingkan posisi pada April 2026. Namun, kenaikan tersebut masih berada dalam batas yang aman dan terkendali.

"Di bulan Mei defisitnya naik sedikit dibanding April ke 0,7%. Tapi kan kalau itu kan lima bulan, yang itu kan empat bulan," jelasnya.

Purbaya memperkirakan, apabila rasio defisit tersebut dihitung secara sederhana dalam basis tahunan, maka angkanya masih berada jauh di bawah batas defisit yang ditetapkan pemerintah.

"Kalau kita hitung 12 per 5 kali 0,7%, kasarnya ya, antara 1,7%-1,8% terhadap PDB rasio defisitnya. Jadi kalau hitungan kasar seperti itu aman," ujarnya.

Meski begitu, ia menekankan bahwa perhitungan defisit APBN tidak bisa dilakukan secara linear karena penerimaan dan belanja negara akan berfluktuasi dari bulan ke bulan.

"Tapi nanti nggak seperti itu ngitungnya ya, akan bervariasi dari bulan ke bulan. Cuman sampai sekarang sih masih aman karena income kita tumbuhnya di atas perkiraan banyak orang," kata Purbaya.

Baca Juga: IHCBS 2026 Angkat Experience Summit yang Lebih AI-Centric dan Interaktif

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News