Purbaya Bakal Perbaiki Iklim Investasi, Otomatis Rupiah Menguat



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan, pihaknya terus berusaha untuk memperbaiki iklim investasi di dalam negeri. Upaya tersebut dilakukan, selain menarik investor ke dalam negeri, juga untuk mendorong stabilitas nilai tukar rupiah.

Ia menyampaikan bahwa sentimen jangka pendek yang bisa mempengaruhi rupiah berada di luar kendalinya. Namun yang terpenting, menurutnya, adalah memastikan perekonomian benar-benar tumbuh, misalnya mencapai 6% pada tahun ini dan meningkat lebih cepat lagi pada tahun-tahun berikutnya.

Di sisi lain, juga menegaskan akan memperbaiki iklim investasi serta memastikan para pelaku usaha dapat menjalankan bisnis dengan lebih mudah. Dengan langkah tersebut, ia meyakini pertumbuhan akan semakin cepat, investasi akan masuk terlebih dahulu ke pasar modal lalu ke Foreign Direct Investment (FDI), dan nilai tukar rupiah akan menguat secara otomatis.


Baca Juga: Imbau Publik Tak Protes Program MBG, Purbaya: Untuk Pemerataan & Stabilitas Sosial

“Itu ya growth-nya akan cepat. Investasi akan masuk pertama di pasar modal kemudian FDI dan rupiah akan otomatis menguat,” tutur Purbaya dalam agenda Economic Outlook 2026, Kamis (12/2/2026).

Ia kembali menjelaskan bahwa intervensi untuk mengendalikan nilai tukar bukan merupakan bidang kewenangannya. Namun agar kondisi rupiah stabil, ia memilih untuk fokus mengendalikan pertumbuhan ekonomi secara konsisten dan kuat ke depan.

Hal ini dilakukan, karena apabila pertumbuhan ekonomi tinggi, investor akan percaya untuk berinvestasi di dalam negeri, dan modal asing akan bergerak tinggi secara konsisten.

“Itu kan misalnya pertama pasar modal kan gerakannya sama dengan fondasi ekonomi karena keuntungan perusahaan akan naik kan kalau ekonominya bagus. Pasti valuasi naik. Orang akan masuk ke pasar modal,” jelasnya.

Baca Juga: Tak Boleh Ada Tambahan Biaya, Wamenkeu: Bunga Pinjaman di PIP Maksimal 4%

Sebagaimana diketahui, nilai tukar rupiah di pasar spot lesu di awal perdagangan hari ini. Kamis (12/2/2026), rupiah dibuka di level Rp 16.804 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini membuat rupiah melemah 0,11% dibanding penutupan hari sebelumnya  yang berada di Rp 16.786 per dolar AS. Alhasil, rupiah menjadi satu-satunya mata uang di Asia yang melemah.

Selanjutnya: Sambut Imlek, Cek Peruntungan Shio 2026: 3 Shio Ini Panen Cuan & Asmara Membara!

Menarik Dibaca: Promo Alfamart Serba Gratis 12-15 Februari 2026, Campina-Lifebuoy Beli 2 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News