Purbaya Klaim Ekonomi Membaik Tercermin Dari Peneriman Pajak Mei Naik 22,1% YoY



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kementerian Keuangan mencatat realisasi kinerja penerimaan pajak hingga Mei 2026 mencapai Rp 834,4 triliun atau 35,4% dari target APBN 2026. Angka tersebut tumbuh 22,1% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 683,3 triliun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti kuatnya pertumbuhan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebagai cerminan daya beli domestik yang tetap solid, dan menjadi sinyal bahwa konsumsi masyarakat masih terjaga.

Baca Juga: Defisit APBN Naik Signifikan Per Mei 2026, Menkeu Purbaya Klaim Fiskal Aman


Dalam rinciannya, penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) Badan mencapai Rp 167,6 triliun atau tumbuh 23,9% yoy. Sementara penerimaan PPh Orang Pribadi dan PPh Pasal 21 mencapai Rp 123,1 triliun atau meningkat 26% yoy.

Adapun penerimaan dari PPh Final, PPh Pasal 22, dan PPh Pasal 26 mencapai Rp 138,7 triliun atau tumbuh 5,2% yoy. Sedangkan penerimaan PPN dan PPnBM mencapai Rp 315,7 triliun atau melonjak 41,3% yoy.

Purbaya mengatakan, capaian tersebut menunjukkan perbaikan yang signifikan dibandingkan tahun lalu, ketika penerimaan pajak masih mengalami kontraksi.

"Dibandingkan dengan kondisi tahun lalu, full year pertumbuhan pajaknya itu negatif, sekarang positif," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2026, Jumat (5/6).

Menurut Purbaya, salah satu perkembangan yang paling menarik adalah lonjakan penerimaan PPh Badan yang pada Mei 2026 tumbuh 23,9% yoy. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada April 2026 yang hanya sebesar 5,1% yoy.

Ia mengaku sempat khawatir rendahnya pertumbuhan PPh Badan pada April mencerminkan pelemahan kinerja korporasi. Namun, data Mei menunjukkan kondisi perusahaan masih cukup sehat.

"Di bulan Mei balik ke level normal, tumbuhnya 23,9%. Jadi kekhawatiran saya yang sebelumnya mungkin perusahaan pada bangkrut sehingga bayarnya kecil ternyata salah. Ternyata mereka juga cukup sehat," katanya.

Selain itu, Purbaya menyoroti pertumbuhan penerimaan PPN dan PPnBM yang mencapai 41,3% yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan April yang sebesar 40,2% yoy.

Menurutnya, kuatnya penerimaan dari pajak konsumsi tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi riil masih berlangsung baik dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

"PPN dan PPnBM sebagai pajak konsumsi meningkat tinggi dengan konsumsi dalam negeri yang kuat dan daya beli yang terjaga. Itu menggambarkan kondisi ekonomi saat ini," ujarnya.

Purbaya menyebut data penerimaan pajak tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa perbaikan ekonomi yang selama ini disampaikan pemerintah benar-benar terjadi di lapangan.

Baca Juga: Kemnaker: Jumlah PHK Capai 23.470 Pekerja, Terbanyak Jawa Barat

Ia mengaku terus mencermati berbagai masukan terkait kondisi ekonomi masyarakat. Namun, berdasarkan data perpajakan yang dihimpun Kemenkeu, hampir seluruh komponen penerimaan menunjukkan pertumbuhan yang kuat.

"Ketika ada kritik bahwa ekonomi cuma di kertas saja dan tidak di ekonomi riil masyarakat, saya tidak tutup kuping terhadap masukan itu. Saya periksa ke mana-mana, termasuk lihat data ini. Kalau di sini kelihatan naik semua, tumbuhnya cukup kencang," ungkapnya.

Lebih lanjut, Purbaya juga menilai implementasi sistem administrasi perpajakan Coretax mulai memberikan kontribusi positif terhadap kinerja penerimaan negara. Meski sempat menghadapi sejumlah gangguan pada awal tahun, sistem tersebut dinilai mampu mendukung perbaikan pengumpulan pajak.

"Dulu Coretax dianggap atau diperkirakan tidak akan berjalan dengan baik. Tahun ini memang awal tahun ada gangguan sedikit, tapi rupanya secara keseluruhan masih cukup bagus," katanya.

Dengan pertumbuhan penerimaan pajak yang tetap kuat hingga Mei 2026, Purbaya optimistis target penerimaan negara tahun ini dapat dicapai, seiring dengan berlanjutnya perbaikan ekonomi domestik dan penguatan administrasi perpajakan.

"Jadi angka ini tidak bohong. Data ini menunjukkan bahwa perbaikan yang ada di ekonomi betul-betul sedang terjadi," tegasnya.

Baca Juga: Amirul Hajj Ajak Jemaah Kurangi Sampah Plastik, Tumbler Harus Dimanfaatkan Maksimal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News