Purbaya Pastikan Ketahanan Fiskal,Estimasi Potensi Penghematan APBN Tembus Rp 204,4 T



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah konsisten tetap menjaga ketahanan fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pemerintah juga menegaskan defisit anggaran akan tetap terkendali hingga akhir tahun.

Purbaya mengatakan, pemerintah telah menghitung berbagai skenario, termasuk asumsi harga minyak dunia yang berpotensi mencapai rata-rata US$ 100 per barel.

“Kami selalu menjaga anggaran berkesinambungan. Dengan itu pun kami masih punya ruang untuk memberi bantalan terhadap gejolak perekonomian dunia. Hitungan kita sampai rata-rata US$ 100 sampai akhir tahun, anggaran tetap berkesinambungan dan defisitnya masih terkendali,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (31/3/2026).


Baca Juga: Kebijakan Hemat Energi dan Anggaran Diperketat, Negara Berpotensi Hemat Rp 204 T

Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kondisi fiskal pemerintah. “Defisit tidak akan tidak terkendali dan anggaran tidak morat-marit. Semua kita kendalikan dengan baik dan sudah kita hitung hingga akhir tahun,” tambahnya.

Di sisi lain, pemerintah juga mengidentifikasi potensi penghematan anggaran yang cukup besar pada APBN 2026. Total efisiensi yang bisa dicapai diperkirakan mencapai Rp 204,4 triliun.

Penghematan tersebut berasal dari beberapa pos utama. Pertama, efisiensi belanja kementerian/lembaga (K/L) yang mencapai Rp 130,2 triliun. Kedua, efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp 20 triliun.

Baca Juga: Minyak Dunia Melonjak, Pemerintah Pastikan Pasokan BBM Aman, Defisit APBN Terkendali

Selain itu, terdapat penghematan dari anggaran subsidi energi. Pengurangan belanja subsidi BBM secara langsung diperkirakan mencapai Rp 6,2 triliun. Sementara itu, implementasi kebijakan biodiesel B50 diproyeksikan dapat menghemat belanja subsidi BBM hingga Rp 48 triliun.

Dengan berbagai langkah efisiensi tersebut, pemerintah optimistis ruang fiskal tetap terjaga sekaligus memberikan fleksibilitas untuk merespons tekanan global tanpa mengganggu stabilitas APBN.

Baca Juga: Pembatasan & Kenaikan Harga BBM Non Subsidi, Ada Risiko Distorsi hingga Tekanan APBN

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News