Purbaya Proyeksi Realisasi Belanja Negara Kuartal I 2026 Terserap Rp 890 Triliun



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan realisasi belanja negara akan mencapai Rp 809 triliun pada kuartal I 2026 atau mencapai 21,05% dari pagu tahun ini Rp 3.842,7 triliun.

Adapun realisasi belanja tersebut lebih tinggi 23,33% dari kuartal I 2025 yang mencapai Rp 620,3 triliun.

“Belanja negara di kuartal I 2026 ini akan mencapai Rp 809 triliun,” tutur Purbaya dalam Indoensia Economic Outlook 2026, Jumat (13/2/2026).


Baca Juga: Prabowo: Program MBG Telah Membuka Lebih dari 1 Juta Lapangan Kerja

Purbaya menyebut, pihaknya akan menggelontorkan belanja negara yang lebih tinggi di awal tahun untuk memastikan bahwa momentum pertumbuhan ekonomi masih akan berkelanjutan.

Sejalan dengan itu, untuk menggelontorkan anggaran belanja yang maksimal, pihaknya juga memastikan pengumpulan penerimaan pajak, dan pendapatan lainnya akan lebih baik.

Lebih lanjut, untuk tahun ini ia juga memperkirakan kondisi fiskal akan tetap ekspansif, dengan pendapatan negara yang ditargetkan Rp 3.153,6 triliun, atau  naik 9,8% dari outlook 2025.

Sebelumnya, Purbaya memang berencana menggenjot belanja negara lebih tinggi di awal tahu. Hal ini untuk mengubah kebiasaan realisasi belanja yang biasanya baru dikebut di akhir tahun.

Sejalan dengan itu, Pemerintah akan mempercepat realisasi belanja negara pada awal tahun guna mendorong konsumsi domestik dan aktivitas ekonomi.

Purbaya menyebut akan aktif memonitor penyerapan belanja di Kementerian/Lembaga agar tetap sasaran dan dibelanjakan tepat Waktu.

Baca Juga: Prabowo Puji Para Menteri: Setahun Bekerja Sudah Banyak Capaian

“Kami akan monitor belanja kementerian dan lembaga. Saya pastikan juga uang di sistem cukup dan kerja sama dengan bank sentral untuk memastikan masyarakat bisa belanja,” ujar Purbaya.

Selanjutnya: Partai PM Thailand Setuju Membentuk Koalisi dengan Partai Pheu Thai

Menarik Dibaca: Nutella Siapkan THR Gift Set dan Donasi Takjil di Ramadan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News