Purbaya Soal Gaji Manajer Kopdes Merah Putih: Bukan dari APBN?



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui secara rinci skema pembayaran gaji manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), termasuk apakah bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Purbaya menegaskan, sejauh ini alokasi anggaran yang diketahuinya hanya terkait dukungan pemerintah kepada koperasi yang nilainya relatif kecil per tahunnya. 

"(Gaji manajer) Koperasi saya enggak tahu. Tapi yang saya bayar ke koperasi kan hanya kecilan, Rp 40 triliun per tahun itu. Yang lain saya enggak paham,” ujarnya kepada awak media dalam agenda Simposium PT SMI 2026 di Jakarta Selatan, Rabu (22/4/2026). 


Baca Juga: Prabowo Minta Jumlah Konser K-Pop di Indonesia Ditingkatkan

Di sisi lain, Menteri Koperasi Ferry Juliantono memastikan pemerintah telah menyiapkan anggaran khusus untuk gaji manajer KDMP. Namun, ia belum merinci sumber pendanaan tersebut, apakah berasal dari APBN atau skema pembiayaan lain.

“Enggak itu di luar (Rp 3 miliar per koperasi), nanti disiapkan lagi skemanya,” kata Ferry saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Senin (20/4/2026).

Hal senada disampaikan Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata. Ia menegaskan bahwa gaji manajer KDMP tidak termasuk dalam alokasi dana Rp 3 miliar per koperasi yang telah disiapkan pemerintah.

Menurut Tedi, skema penggajian akan mengikuti mekanisme Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), sehingga tetap mengacu pada aturan ketenagakerjaan yang berlaku. 

“PKWT kan ada aturannya. Kita tidak asal memberikan gaji,” jelasnya.

Saat ini, pemerintah masih mematangkan skema pembayaran gaji tersebut seiring dengan proses rekrutmen yang tengah berjalan. Tedi menyebut, hasil seleksi direncanakan akan diumumkan pada Juni 2026.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan pemerintah membuka rekrutmen 35.476 tenaga kerja untuk mengelola Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih sejak 15 April 2026.

Baca Juga: Prabowo Akan Kembali Melakukan Kunjungan ke Negaraan ke Prancis dalam Waktu Dekat

Dari jumlah tersebut, sebanyak 30.000 posisi dialokasikan untuk manajer koperasi yang akan berada di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara, sementara 5.476 lainnya untuk pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih di bawah PT Agrinas Jaladri Nusantara.

Zulkifli menegaskan, rekrutmen ini bertujuan menjaring sumber daya manusia yang kompeten guna memastikan pengelolaan koperasi berjalan optimal dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News