Purbaya Tak Khawatir Rating S&P, Fitch , Panda Bond Akan Dinilai Lembaga Rating China



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak terlalu mengkhawatirkan penilaian lembaga pemeringkat internasional seperti S&P Global Ratings maupun Moody's hingga Fitch Ratings terhadap Indonesia. Menurutnya, penerbitan Panda Bond di pasar keuangan China akan dinilai oleh lembaga pemeringkat asal China, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada persepsi lembaga pemeringkat tersebut.

Purbaya mengatakan, strategi diversifikasi sumber pembiayaan melalui Panda Bond juga bertujuan mengurangi ketergantungan pemerintah terhadap pasar obligasi global yang selama ini didominasi investor berbasis dolar Amerika Serikat.

"Kalau pemeringkatan itu keluar pun, yang sana, ya saya bisa enggak peduli. Kenapa saya harus menerbitkan obligasi dolar lagi untuk sementara?" ujar Purbaya kepada awak media, Jumat (26/6/2026).


Saat ditanya apakah yang dimaksud adalah hasil pemeringkatan dari S&P Global Ratings, Purbaya menjawab singkat, "Ya gitulah."

Baca Juga: Panda Bond Dijadwalkan Terbit Awal Juli, Kemenkeu: Minat Investor Cukup Tinggi

Menurut Purbaya, lembaga pemeringkat internasional telah memiliki cara pandang tertentu yang belum sepenuhnya mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia.

"Tapi gini, dugaan saya ya, bukan S&P saja. Mereka sudah mempunyai mindset tertentu yang enggak mengakibatkan mereka melihat reality di lapangan. Saya enggak bisa ubah," katanya.

Ia menilai, indikator fundamental Indonesia, termasuk kemampuan membayar utang dan kondisi fiskal, seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam penilaian.

"Mereka melihat apakah kita mampu bayar utang, fiskalnya seperti apa. Sudah fiskalnya bagus, dia bilang apa? Ya, tapi kan ada uncertainty di market. Ya saya juga tahu itu. Harusnya kan dilihat kondisi seperti apa. Itu yang saya agak masih kurang mengerti," ujarnya.

Karena itu, pemerintah memilih memperluas basis investor ke pasar China yang dinilai memiliki pendekatan berbeda dalam menilai risiko investasi.

Purbaya menjelaskan, investor di China tidak terlalu bergantung pada peringkat yang diberikan S&P Global Ratings, Moody's Ratings maupun lembaga pemeringkat internasional lainnya. Sebaliknya, Panda Bond akan memperoleh penilaian dari lembaga pemeringkat asal China sebelum ditawarkan kepada investor.

"Investor di China tidak terlalu dipengaruhi oleh rating dari S&P, Moody's, dan lain-lain. Mereka akan melihat pemeringkat dari China seperti apa. Panda Bond diperingkat oleh lembaga pemeringkat dari China," ujarnya.

Baca Juga: Penerbitan Panda Bond Mundur: Minat Investor China Justru Membludak

Ia mengungkapkan hasil pemeringkatan dari lembaga China tersebut akan diumumkan beberapa hari sebelum penerbitan Panda Bond pada akhir Juli 2026.

"Nanti akan dipublikasikan beberapa hari sebelum Panda Bond dijual. Hasilnya kita sudah tahu kira-kira amat baik," kata Purbaya.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan mengundur penerbitan Panda Bond dari awal Juli menjadi akhir Juli 2026. Penundaan dilakukan setelah sejumlah investor institusi besar di China meminta tambahan waktu untuk memperoleh persetujuan dari komite investasi masing-masing.

Menurut Purbaya, tingginya minat investor membuka peluang pemerintah meningkatkan nilai penerbitan Panda Bond. Bahkan, ia menyebut sisa kebutuhan penerbitan global bond pemerintah sebesar US$ 3 miliar berpotensi seluruhnya dipenuhi melalui Panda Bond apabila permintaan investor cukup kuat.

Selain memperluas sumber pembiayaan, pemerintah juga berencana memanfaatkan skema Local Currency Transaction (LCT) dengan China. Melalui mekanisme tersebut, investor akan membeli Panda Bond menggunakan renminbi, sementara pemerintah menerima dana dalam rupiah melalui kerja sama bank sentral kedua negara.

Skema ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan berdenominasi dolar AS sekaligus menopang stabilitas nilai tukar rupiah.

Baca Juga: Target Global Bond Sisa US$ 3 Miliar di 2026, Seluruhnya Berpotensi Dalam Panda Bond

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News