KONTAN.CO.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan nilai tukar rupiah tidak memberikan dampak besar terhadap beban subsidi bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, faktor yang lebih dominan memengaruhi subsidi BBM justru berasal dari pergerakan harga minyak dunia. Purbaya mengatakan pemerintah sudah mengantisipasi berbagai risiko tersebut dalam simulasi fiskal dan perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia menjelaskan, asumsi harga minyak dunia dalam simulasi APBN telah ditetapkan pada level tinggi, yakni sekitar US$ 100 per barel secara rata-rata sepanjang tahun. Dengan asumsi itu, pemerintah tidak perlu melakukan perubahan besar pada postur anggaran meskipun rupiah mengalami tekanan.
| Faktor | Pengaruh ke Subsidi BBM | Penjelasan |
|---|---|---|
| Harga minyak dunia | Sangat besar | Kenaikan harga minyak langsung meningkatkan biaya pengadaan BBM |
| Nilai tukar rupiah | Relatif kecil | Dampak kurs sudah diperhitungkan dalam simulasi fiskal |
| Asumsi APBN | Menjadi bantalan risiko | Pemerintah memakai asumsi harga minyak tinggi (US$ 100/barel) |
| Arus dana asing | Mempengaruhi stabilitas rupiah | Inflow ke pasar obligasi berpotensi menguatkan rupiah |
| Kebijakan penghematan fiskal | Menahan tekanan subsidi | Pemerintah melakukan penyesuaian belanja dan mitigasi risiko |