KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi fiskal masih cukup kuat dan jauh dari kondisi pengetatan, dengan kas pemerintah saat ini mencapai Rp 513 triliun. Posisi kas yang tersedia tersebut, menurutnya, merupakan ruang yang memadai untuk menjaga stabilitas fiskal sekaligus mendukung perekonomian.
"Ada pos lain yang bisa kita potong kalau kepepet. Tapi saya nggak kepepet, saya masih punya uang banyak juga. Pak Prima (Dirjen Perbendaharaan) masih punya uang Rp 513 triliun sekarang," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA Edisi Juni, Jumat (5/6/2026). Menurut Purbaya, besarnya kas pemerintah tersebut menunjukkan bahwa kondisi fiskal Indonesia tetap terjaga. Berbagai kekhawatiran yang menyebut pengelolaan fiskal berjalan tidak hati-hati, menurutnya, tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
Baca Juga: Purbaya: Sinergi Pemerintah dan BI Diperkuat demi Jaga Stabilitas Rupiah dan Ekonomi Ia menegaskan Presiden berkomitmen menjaga defisit APBN tetap berada di bawah batas 3% terhadap produk domestik bruto (PDB). Pemerintah juga terus memastikan setiap kebijakan belanja dilakukan secara terukur dan memperhatikan keberlanjutan fiskal. "Komitmen Pak Presiden untuk menjaga fiskal di bawah 3% amat kuat sekali. Jadi kita tidak menjalankan kebijakan fiskal yang tidak hati-hati. Kami tahu apa yang kami kerjakan," katanya. Purbaya mengakui masih terdapat sentimen negatif di pasar yang memengaruhi persepsi terhadap kondisi fiskal Indonesia. Namun, menurutnya, fundamental ekonomi dan fiskal Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang baik. Ia menilai pemerintah memiliki fleksibilitas untuk melakukan penyesuaian kebijakan apabila diperlukan tanpa harus mengorbankan pertumbuhan ekonomi. Selain mengelola belanja negara, pemerintah juga masih memiliki ruang untuk memberikan stimulus apabila kondisi ekonomi membutuhkan dukungan tambahan.
Baca Juga: Bea Cukai Tetap Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Pengawasan Ekspor Meski Ada DSI "Kalau ada apa-apa kita bisa perbaiki. Kita betul-betul fleksibel untuk memastikan defisit di bawah 3% tanpa mengganggu ekonomi secara berlebihan," ujarnya.
Lebih lanjut, Purbaya mengatakan pemerintah akan terus berupaya memperbaiki komunikasi kepada masyarakat dan investor terkait kondisi fiskal nasional. Menurutnya, berbagai indikator menunjukkan bahwa kondisi APBN tetap terjaga meskipun sempat muncul kekhawatiran di pasar pada awal tahun. Ia menambahkan pemerintah juga akan memperkuat dialog dengan kalangan industri guna mengidentifikasi berbagai dukungan yang dapat diberikan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. "Nanti saya akan ketemu industri untuk melihat ada nggak yang bisa kita bantu di industri Indonesia," kata Purbaya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News