KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pemerintah tengah melakukan diversifikasi sumber pembiayaan untuk menekan beban utang negara.
Strategi tersebut dilakukan dengan mencari sumber pendanaan yang menawarkan tingkat bunga lebih rendah. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya mengandalkan pembiayaan melalui surat utang berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: Purbaya Ingin Kepemilikan SBN Domestik RI Mendekati Jepang Pemerintah juga menjajaki sumber pembiayaan dari sejumlah negara yang menawarkan bunga lebih kompetitif. "Untuk pembiayaan, akan lebih tinggi apa enggak? Kita sekarang punya
source alternatif, sumber pendanaan yang lain," kata Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026, Kamis (3/9/2026). Ia mencontohkan, hasil kunjungannya ke China. Menurut Purbaya, pemerintah dapat memperoleh pembiayaan dari China dengan tingkat bunga sekitar 1,9% untuk tenor tiga tahun. Sementara untuk tenor lima tahun, tingkat bunga yang ditawarkan sekitar 2,18%. Purbaya menilai tingkat bunga tersebut jauh lebih rendah dibandingkan biaya pembiayaan dalam denominasi dolar. Selain China, pemerintah juga memanfaatkan sumber pembiayaan dengan tingkat bunga rendah dari Jepang dan Eropa. Diversifikasi tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperoleh biaya utang yang lebih efisien. "Eropa dan Jepang kita manfaat juga yang bunga rendah," kata Purbaya. Menurut Purbaya, semakin beragam sumber pembiayaan yang dapat dimanfaatkan pemerintah, semakin besar pula ruang untuk memilih pendanaan dengan biaya yang paling efisien.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Tegaskan Pemerintah Tak Berencana Terapkan Tax Amnesty pada 2027 Dengan strategi tersebut, pemerintah berharap beban pembayaran utang ke depan dapat ditekan. Purbaya mengatakan diversifikasi sumber pembiayaan dengan bunga rendah pada akhirnya akan menurunkan biaya yang harus ditanggung pemerintah. "Jadi kita bisa diversifikasi ke sumber pendanaan yang lebih murah, sehingga net pembayaran kita ke depan bisa ditekan ke bawah," jelasnya.
Di sisi lain, Purbaya menyebut rasio pembayaran utang terhadap pendapatan pemerintah saat ini berada di sekitar 14%. Angka tersebut turun dibandingkan awal tahun yang sempat berada di atas 15%. Dia menilai penurunan rasio tersebut menunjukkan kemampuan pemerintah dalam mengelola beban utang masih cukup baik. Perbaikan pengumpulan pajak turut membantu menurunkan rasio pembayaran utang terhadap pendapatan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News