KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menyatakan optimismenya bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa menyentuh level 10.000 di tahun 2026. Di hari pertama 2026, IHSG dibuka naik 0,39% ke level 8.685 pada Jumat (2/1) pagi. Purbaya bilang, dibukanya IHSG di zona hijau pada perdagangan awal 2026 ini merupakan optimisme bahwa pasar akan membaik terus ke depan.
Baca Juga: Ini Alasan Prabowo Tak Hadir di Pembukaan Perdagangan Perdana Bursa di 2026 “Fondasi ekonomi sudah agak membaik sekarang, tahun ini akan lebih baik lagi,” ujarnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (2/1/2026). Selain itu, penguatan IHSG di awal tahun 2026 juga merupakan respons pasar atas perbaikan koordinasi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia. Sinkronisasi yang lebih kuat diyakini akan memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya. “Kebijakan kami dengan Bank Indonesia sudah sinkron, harusnya ekonomi bertumbuh lebih cepat. Jadi pelaku pasar siap-siap saja,” tutur dia. Alhasil, Purbaya pun menegaskan kembali optimismenya bahwa IHSG akan bisa mencapai level 10.000 di tahun 2026. Bahkan, dia menyebut level tersebut bukan sekadar target optimistis, tetapi juga ditopang oleh perbaikan ekonomi dan ekspektasi pertumbuhan laba emiten. Untuk mencapai target level tersebut, Purbaya memaparkan adanya kebijakan dan strategi khusus di tahun 2026. Yaitu, adanya akselerasi ekonomi akan datang dari sinkronisasi kebijakan fiskal-moneter yang lebih solid. “Kalau kemarin kami masih separuh-separuh. Seharusnya dengan kebijakan yang lebih sinkron dengan bank sentral dan lain-lain, ekonomi kita kan tumbuh lebih cepat,” ujarnya.
Baca Juga: Suku Bunga Global Turun, BNI Sekuritas Optimistis IHSG Tembus 9.100 di 2026 Lebih lanjut, Purbaya mengaku juga akan terus melihat perkembangan upaya pemberantasan praktik manipulasi pasar atau saham gorengan ke depan oleh otoritas pasar modal. Purbaya juga mengaku belum mendapatkan permintaan insentif untuk Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2026.
“Mereka (BEI) belum minta insentif. Kalau mereka minta insentif, saya akan tanya: apa prestasinya? Berapa orang ditangkap?,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News