KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan pasar Surat Berharga Negara (SBN) tetap menunjukkan ketahanan di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Meski imbal hasil (yield) obligasi pemerintah meningkat, minat investor asing terhadap SBN Indonesia dinilai masih tetap kuat. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa selaku Ketua KSSK mengatakan, kenaikan yield SBN dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik yang mendorong lonjakan harga minyak dunia dan memicu kekhawatiran terhadap inflasi global. "Peningkatan yield dipengaruhi oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia dan meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global sehingga memicu risk off investor di pasar SBN," ujar Purbaya dalam konferensi pers hasil Rapat Berkala III KSSK, Senin (3/8/2026).
Purbaya: Yield SBN Naik Imbas Konflik Timur Tengah, Investor Asing Masih Borong SBN
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan pasar Surat Berharga Negara (SBN) tetap menunjukkan ketahanan di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Meski imbal hasil (yield) obligasi pemerintah meningkat, minat investor asing terhadap SBN Indonesia dinilai masih tetap kuat. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa selaku Ketua KSSK mengatakan, kenaikan yield SBN dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik yang mendorong lonjakan harga minyak dunia dan memicu kekhawatiran terhadap inflasi global. "Peningkatan yield dipengaruhi oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia dan meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global sehingga memicu risk off investor di pasar SBN," ujar Purbaya dalam konferensi pers hasil Rapat Berkala III KSSK, Senin (3/8/2026).