KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten pengembang properti, PT Puri Global Sukses Tbk (PURI) menuturkan tahun ini membidik perolehan marketing sales kurang lebih Rp 250 miliar. Jumani Wu, Chief of Business Development PURI mengatakan bahwa perolehan marketing sales hingga kini sudah mencapai sekitar Rp 120 miliar. "Untuk semua proyek, kami menargetkan marketing sales di angka Rp 250 miliar, yang sudah tercapai kurang lebih Rp 120 miliar hingga kini," ujar Jumani. Ia menjabarkan pendapatan diperoleh secara mayoritas dari proyek perumahan seperti The Monde Residence, The Monde Signature, De Monde Bay, De Monde Junction, hingga Monde Raffle Residence.
PURI menjelaskan kontribusi penjualan di Permata Residence masih berada di kisaran 5% hingga 10% dari total revenue yang ada. Permata Residences merupakan proyek Apartemen 19 lantai, berjumlah 292 unit. Baca Juga: MD Pictures (FILM) Membantah Rumor Akuisisi Net Visi Media (NETV) Per tanggal 31 Desember 2022, perkembangan penyelesaian proyek sudah mencapai 69,60% dan jumlah unit yang sudah terjual sebanyak 176 unit atau 60,27 %. Hingga kini, penjualan Permata Residence sudah mencapai kurang lebih 70% alias 936 unit. Sementara itu, pada kuartal I 2023, kinerja PURI tercatat masih lesu. Pihaknya mencatat pendapatan Rp 808,10 juta dari Rp 10,79 miliar. Pendapatan ini didapatkan dari penjualan rumah saja. Pihaknya membukukan kerugian yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,68 miliar dari untung Rp 937,58 juta. PURI mengurai, pihaknya masih menghadapi beberapa kendala. Di antaranya adalah terbatasnya lahan untuk mengembangkan properti seperti pemukiman, perkantoran, dan pusat ritel, karena status lahan yang ada sebagian besar di Batam masuk dalam kawasan hutan lindung. Tak hanya itu, masih sering terjadinya pemadaman listrik dan air secara bergilir, sehingga menyebabkan gangguan pada aktivitas proses pengerjaan proyek Perseroan. Melihat hal tersebut, PURI masih optimistis tahun ini bisa mencatat kenaikan pendapatan sekitar 62,73%, dari Rp 32.20 miliar di tahun 2022 menjadi Rp 52,40 miliar tahun 2023. PURI juga membidik pertumbuhan laba bersih sebesar 1.000% dari Rp 570 juta pada tahun 2022 menjadi Rp 8,95 miliar di akhir tahun 2023. Peningkatan tersebut akan disokong dari penjualan sisa stock rumah dan ruko pada 2023. Tak hanya itu, aset Perseroan ditargetkan naik sebesar 29,90% dari Rp 316,73 miliar tahun 2022 menjadi Rp 411,44 miliar pada tahun 2023. Untuk memperkuat strategi mencapai target tersebut PURI menyiapkan capex senilai Rp 71,690 miliar. Jumami menjelaskan, target ini didasari oleh proyeksi kenaikan aset yang belum diakui melalui pendapatan apartemen pada tahun 2023. Jumani mengatakan beban proyek terkumpul pada akun inventori dan pembayaran dari konsumen terkumpul pada akun uang muka pendapatan.