Purwakarta kekurangan pasokan elpiji



PURWAKARTA. Pasokan gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, yang mencapai 18.920 tabung per hari masih kurang dan belum memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Jumlah elpiji yang didistribusikan setiap hari memang banyak, tetapi masih belum memenuhi kebutuhan. Buktinya, masih terjadi kelangkaan elpiji 3 kilogram" kata Kasubag Ekonomi Sarana dan Prasarana Kesra Pemerintah Daerah setempat Dani Abdurrahman, di Purwakarta, Rabu.

Ia mengatakan, sejak beberapa tahun terakhir hingga kini, masyarakat Purwakarta cukup banyak yang beralih menggunakan gas elpiji 3 kilogram, karena harganya terjangkau.


Sesuai dengan data yang dimiliki, sebenarnya cukup banyak masyarakat yang menggunakan gas elpiji nonsubsidi ukuran 12 kilogram. Tetapi saat ini mereka yang sebelumnya menggunakan elpiji 12 kilogram, pindah menggunakan elpiji 3 kilogram.

"Sangat banyak masyarakat yang menggunakan elpiji 3 kilogram, padahal sebelumnya menggunakan elpiji 12 kilogram. Jumlahnya sangay banyak, tetapi belum sampat dihitung," kata dia.

Atas kondisi itu, kata dia, seberapa banyaknya elpiji ukuran 3 kilogram yang didistribusikan ke masyarakat, tetap akan mengalami kekurangan.

Sementara itu, kelangkaan gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram terjadi di sejumlah daerah sekitar Purwakarta, selama sekitar sepekan terakhir.

"Beberapa bulan lalu memang pernah terjadi kelangkaan elpiji 3 kilogram tetapi secara perlahan normal, dan sekarang kelangkaan elpiji 3 kilogram kembali terjadi," kata Sartika, salah seorang warga Kecamatan Plered.

Selain mengalami kelangkaan, gas elpiji 3 kilogram juga kini cukup mahal di tingkat pengecer. Harganya mencapai Rp23-24 ribu per tabung. Padahal harga eceran tertinggi (HET) elpiji bersubsidi yang ditetapkan pemerintah itu Rp19.000 per tabung.

Ia mengakui stok gas elpiji 3 kilogram di tingkat pengecer atau di warung-warung terdekat habis. Warga terpaksa mencari elpiji 3 kilogram hingga ke luar desa.

"Jadi kalaupun mendapatkan elpiji, harganya sangat mahal," kata dia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dikky Setiawan