Pusing saat Bangun Tidur Bahaya atau Tidak? Ini Deretan Penyebabnya



MOMSMONEY.ID - Tidur membuat badan terasa lebih segar. Namun, pernahkah Anda merasa lemas dan pusing saat bangun tidur? Apakah gejala tersebut dapat membahayakan kesehatan?

Menurut artikel yang diterbitkan The Archives of Internal Medicine, 1 dari 13 orang mengalai sakit kepala & pusing saat bangun tidur di pagi hari.

Rata-rata dari mereka adalah wanita berusia 45-64 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan di luar usia tersebut juga kerap mengalami gejala ini.


Lantas, bahayakah gejala tersebut? Dan apa sajakah penyebabnya? Berikut beberapa penyebab pusing saat bangun tidur:

Baca Juga: 8 Mitos dan Fakta Seputar Jam Tidur dan Kesehatan Menurut Ahli

Masalah kesehatan mental

Saat psikismu sedang terganggu, entah karena gangguan kecemasan, depresi, atau hanya sekedar stres, maka tubuh akan terjaga dan Anda akan kesulitan tidur.

Journal of American Medical Association melalui Denver Upper Cervical melaporkan, jika pusing saat bangun tidur rupanya adalah indikator umum dari depresi dan kecemasan.

Kurang tidur

Menurut American Headache Society, insomnia adalah keluhan tidur paling umum terjadi di antara orang-orang yang sering mengalami sakit kepala parah.

Penyebabnya karena bagian otak yang tugasnya mengatur jam tidur akan dipaksa melewatkan waktu tidur sehingga berpotensi meningkatkan rasa sakit kepala dan pusing saat bagun tidur di pagi hari.

Baca Juga: Suka Begadang? 4 Cara Ini Dapat Perbaiki Pola Tidur untuk Anda yang Kurang Tidur

Terlalu banyak tidur

Selain kurang tidur, terlalu banyak tidur justru akan membuat masalah baru. Hal yang paling umum terjadi ialah pusing saat bangun tidur.

Tidur mendengkur

Banyak orang tak sadar mendengkur saat tidur. Rupanya kondisi ini membuat tidur jadi tak nyenyak.

Melansir Health Care Associates, saat tidur seseorang kurang nyenyak, maka tubuh akan memproduksi protein pemicu rasa sakit lebih banyak daripada biasanya. Inilah yang membuat kepala pusing saat bangun tidur.

Baca Juga: 5 Cara Ampuh Hadapi Berbagai Gangguan Tidur Akibat Jet Lag

Kekurangan cairan tubuh

Malas minum air mineral bukan hanya akan memicu badan jadi lemas, tapi juga berdampak pada tidur.

Mengutip laman Kasur Busa Royal, dehidrasi atau kekurangan cairan merupakan salah satu penyebab yang bikin kepala pusing saat bangun tidur.

Pusing ini terjadi karena tubuh lemas akibat kekurangan cairan. Sementara air akan mempermudah aliran darah yang didalamnya terdapat oksigen untuk di alirkan ke seluruh tubuh, terutama otak.

Pusing kepala juga terjadi apabila Anda tidur di dalam ruangan bersuhu panas yang bisa membuat tubuh berkeringat dan memicu kekurangan cairan.

Gula darah rendah

Saat gula dalam darah sedang rendah, tubuh akan mengalami beberapa gejala umum seperti lemas hingga berkeringat dingin.

Tak jarang orang juga akan mengalami rasa pusing saat bangun tidur. Anda bisa mengatasinya dengan mengonsumsi beberapa permen / makanan kecil untuk menstabilkan gula darah.

Baca Juga: Ternyata Ini 5 Kebiasaan Tidur Perempuan yang Dianggap Berbahaya, Mitos vs Fakta?

Mengonsumsi alkohol

Mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko kepala pusing saat bangun tidur di pagi hari. Penyebabnya sangat simple. Sebab alkohol merupakan pemicu migrain.

Sedang mengonsumsi obat tertentu

Tahukah Anda, obat-obatan tertentu yang dijual bebas di pasaran nyatanya dapat memicu kepala pusing saat bangun tidur.

Obat-obatan ini biasanya merupakan obat anti-inflamasi non-steroid seperti Parasetamol, Aspirin, dan beberapa obat pereda nyeri yang diresepkan oleh dokter.

Adapun obat dan suplemen lain yang memicu sakit kepala seperti KB hormonal, suplemen hormon untuk menopause, obat jantung & tekanan darah, Kafein, hingga pengobatan disfungsi ereksi.

Beberapa hal di atas merupakan contoh umum penyebab kepala pusing saat bangun tidur. Bahaya atau tidaknya gejala tersebut, bergantung pada kondisi tubuhmu sendiri.

Dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter apabila gejala pusing saat bangun tidur terjadi selama jangka waktu lama tanpa henti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Raissa Yulianti