Pusri Menambah Produksi



JAKARTA. PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri) berharap volume produksi pupuk tahun ini bakal lebih baik ketimbang tahun lalu. Untuk mencapainya, perusahaan itu akan melakukan efisiensi produksinya.

Sekretaris Perusahaan PT Pusri Zain Ismed menuturkan mesin produksi milik perusahaan yang sudah terlalu tua membuat Pusri kesulitan untuk mencapai volume produksi maksimal. Tapi, "Dengan adanya efisiensi, diharapkan produksi tahun ini bisa lebih baik," katanya penuh harap, akhir pekan lalu.

Salah satu upaya efisiensi yang dilakukan perusahaan adalah dengan mengganti unit Purge Gas Recovery Unit (PGRU) Pusri-IV dari cryogenik menjadi membran. Zain meyakini, penggantian PGRU ini bisa menghemat konsumsi gas dalam proses produksi.


Dengan penggantian suku cadang dan perawatan berkala ini, Pusri berharap bisa memproduksi 2,05 juta ton pupuk pada tahun ini. Sebagai perbandingan, pada tahun 2013 lalu, produksi pupuk perusahaan mencapai sekitar 1,94 juta ton, atau lebih rendah dari target yang dipatok sebesar 2,04 juta ton.Mesin-mesin di empat pabrik milik Pusri rata-rata memang sudah usang. Mesin yang terbaru saja telah beroperasi sejak tahun 1994. Padahal, bila beroperasi penuh, total kapasitas terpasang pabrik Pusri mencapai 2,26 juta ton per tahun.

Selain mesin yang usang, produksi pupuk Pusri kurang maksimal juga disebabkan pasokan gas yang terus berkurang. "Dengan kondisi seperti ini, kami sulit mencapai kapasitas produksi maksimal," kata Zain.

Catatan saja, saat ini, Pusri mendapat pasokan gas dari Pertamina EP, Medco, dan Pertagas. Dari ketiga pemasok ini, Pusri mendapat pasokan gas sebanyak 200 juta kaki kubik per hari (mmscfd) - 205 mmsfcd.

Namun, pasokan gas ini masih lebih rendah dari total kebutuhan gas Pusri yang mencapai 225 mmscfd. Dengan pasokan gas yang kurang itu, Zain bilang, perusahaan sulit untuk bisa mencapai utilisasi di atas 90%.

Makanya, untuk menjamin kemampuan produksi, dalam jangka panjang, Pusri tengah menyiapkan beberapa program efisiensi. Di antaranya, program gasifikasi batubara untuk mengisi kebutuhan gas non bahan baku atau untuk proses produksi.

Untuk langkah ini, beberapa waktu lalu, Pusri telah menggandeng PT Bukit Asam Tbk untuk membuat studi kelayakan proyek gasifikasi. Maklum, jika proyek gasifikasi ini jalan, dibutuhkan pasokan batubara yang konsisten selama 20 tahun. Karena itu, perlu perencanaan cermat agar tidak berhenti di tengah jalan. Proyek gasifikasi ini  diperkirakan bisa mengisi minimal 25% dari kebutuhan perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi