JAKARTA. PT Pupuk Sriwijaya (Persero) periode Januari-Oktober ini baru merealisasikan penjualan urea sebesar Rp 1,4 juta ton. Padahal tadinya perusahaan ini menargetkan penjualan urea sebesar 1,5 juta ton pada periode ini. Menurut Zain Ismed, Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Sriwijaya, penurunan penjualan ini tidak mencapai target dikarenakan beberapa faktor. Pertama, dampak dari el nino yang membuat kekeringan sawah dan kebun yang masih berlanjut sampai saat ini. "Bahkan beberapa di daerah Sumatera sampai saat ini masih belum hujan," kata Zain kepada KONTAN, Senin (30/11). Hal ini membuat musim tanam belum dimulai di beberapa daerah.
Pusri tetap kejar penjualan pupuk 2 juta ton
JAKARTA. PT Pupuk Sriwijaya (Persero) periode Januari-Oktober ini baru merealisasikan penjualan urea sebesar Rp 1,4 juta ton. Padahal tadinya perusahaan ini menargetkan penjualan urea sebesar 1,5 juta ton pada periode ini. Menurut Zain Ismed, Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Sriwijaya, penurunan penjualan ini tidak mencapai target dikarenakan beberapa faktor. Pertama, dampak dari el nino yang membuat kekeringan sawah dan kebun yang masih berlanjut sampai saat ini. "Bahkan beberapa di daerah Sumatera sampai saat ini masih belum hujan," kata Zain kepada KONTAN, Senin (30/11). Hal ini membuat musim tanam belum dimulai di beberapa daerah.