Putin Janjikan Perdamaian untuk Iran di Tengah Konflik Memanas



KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi di St. Petersburg pada Senin. Dalam pertemuan tersebut, Putin menyampaikan harapannya agar rakyat Iran mampu melewati apa yang ia sebut sebagai “masa sulit” dan menegaskan keyakinannya bahwa perdamaian akan segera terwujud.

Rusia sebelumnya menawarkan diri sebagai mediator untuk membantu meredakan ketegangan di Timur Tengah setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran langkah yang dikecam oleh Moskow. Selain itu, Rusia juga berulang kali mengusulkan untuk menyimpan uranium yang telah diperkaya milik Iran sebagai upaya menurunkan eskalasi, meskipun tawaran tersebut belum direspons oleh pihak AS.

Baca Juga: Dapat Restu AS, Filipina Bakal Perpanjang Impor Minyak dari Rusia


“Dari pihak kami, kami akan melakukan segala hal yang melayani kepentingan Anda dan seluruh rakyat di kawasan untuk memastikan perdamaian dapat tercapai secepat mungkin,” ujar Putin kepada Araqchi, seperti dilaporkan media pemerintah Rusia.

Putin juga mengungkapkan bahwa pekan lalu ia menerima pesan dari Pemimpin Tertinggi Iran, dan meminta Araqchi untuk menyampaikan rasa terima kasihnya. Ia menegaskan bahwa Rusia, seperti Iran, berkomitmen untuk melanjutkan hubungan strategis di antara kedua negara.

Tahun lalu, Iran dan Rusia menandatangani perjanjian kemitraan strategis selama 20 tahun. Dalam kerja sama tersebut, Rusia tengah membangun dua unit reaktor nuklir baru di Bushehr lokasi satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir Iran. Di sisi lain, Iran juga memasok drone Shahed kepada Rusia untuk digunakan dalam konflik di Ukraina.

Araqchi menyatakan hubungan antara Rusia dan Iran akan terus menguat dan menyampaikan apresiasi atas dukungan Moskow, sebagaimana dilaporkan kantor berita negara RIA.