Putin: Penerobosan kapal perang Inggris tentu saja sebuah provokasi yang sangat jelas



KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Kehadiran kapal perusak berpeluru kendali Inggris HMS Defender di lepas pantai Krimea adalah provokasi yang jelas, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada Rabu (30 Juni).

"Ini, tentu saja, sebuah provokasi, yang sangat jelas. Apa yang ingin ditunjukkan oleh para provokator ini dan tujuan apa yang ingin mereka capai?" kata Putin, seperti dikutip TASS. 

Pertama-tama, Presiden Rusia mengungkapkan, provokasi tersebut komprehensif. Soalnya, tidak hanya Inggris yang melakukannya, tapi juga Amerika Serikat (AS).


Menurut Putin, kapal perang Inggris berlayar ke perairan Rusia pada sore hari. Sementara pagi hari, sebuah pesawat pengintai strategis AS lepas landas dari lapangan terbang NATO di Kreta, Yunani. 

"Kami melihat dan mengamatinya dengan jelas," ujar dia. "Penerobosan kapal perusak Inggris ke perairan Rusia di Laut Hitam mengejar tujuan pengintaian".

Baca Juga: Perang bisa pecah, Rusia siap tembak langsung kapal perang yang masuk perairannya  

"Jelas, kapal perusak itu menyusup untuk mengejar tujuan militer, mencoba mencari tahu dengan bantuan pesawat pengintai, untuk melihat fasilitas apa yang diaktifkan (Rusia), di mana mereka berada, dan bagaimana mereka bekerja," sebutnya. 

Putin menegaskan, Rusia hanya mengungkapkan informasi yang dianggap tepat. "Mungkin, saya telah mengoceh sebuah rahasia, saya meminta maaf kepada militer," tambah Putin.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, pada 23 Juni, Armada Laut Hitam bersama penjaga perbatasan dari Layanan Keamanan Federal (FSB) mengusir kapal perusak berpeluru kendali Angkatan Laut Inggris HMS Defender di lepas pantai Fiolent Cape Krimea.

Kapal perang Inggris berlayar tiga kilometer ke perairan Rusia. Sebuah kapal patroli Rusia melepaskan tembakan peringatan dan sebuah pembom Su-24M menjatuhkan bom di jalur kapal perang Inggris untuk mengusirnya keluar dari perairan Krimea.

Kementerian Pertahanan Rusia mengecam operasi kapal perusak Inggris itu sebagai pelanggaran berat terhadap Konvensi PBB tentang Hukum Laut, dan mendesak Inggris untuk menyelidiki tindakan awak kapal perang tersebut.

Selanjutnya: Putin: Sistem senjata unik baru Rusia siap bergabung untuk tugas tempur

Editor: S.S. Kurniawan