Putra Sulung Konglomerat Sukanto Tanoto Disebut Borong Aset Properti di Singapura



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Andre Tanoto, Putra sulung konglomerat asal Indonesia Sukanto Tanoto disebut-sebut tengah melebarkan sayap investasinya dengan memborong sejumlah properti di Singapura. 

Andre seperti diberitakan Business Times, seperti dikutip, Jumat (16/1/2026), melakukan perluasan portofolio investasi tersebut melalui kendaraan investasi pribadi yang terkait dengan Altallo Asset Management. 

Menurut pemberitaan Business Times, dalam beberapa bulan terakhir, kendaraan investasi ini telah menyelesaikan pembelian empat unit ritel berukuran besar di kawasan HDB Bukit Merah, serta dekat stasiun MRT Toa Payoh, Ang Mo Kio, dan Clementi di Singapura. 


Baca Juga: ACA Sebut Berbagai Aset Milik Negara Sudah Diasuransikan lewat Konsorsium

Nilai transaksi  tersebut diperkirakan mencapai lebih dari S$ 160 juta. Keempat unit ini sebelumnya dimiliki Lian Beng Group yang membelinya seharga S$ 151 juta pada 2016.

Selain itu, entitas yang terkait dengan Altallo menurut  Business Times juga membayar sekitar S$ 90 juta untuk sembilan properti komersial/ritel yang sebelumnya dimiliki JBE dan dibeli dari unit Mercatus milik NTUC Enterprise pada 2024. 

Tidak hanya itu, Altallo tengah melakukan due diligence eksklusif untuk portofolio terbaru berupa 11 aset ritel yang ditawarkan Mercatus pada kuartal keempat 2025 dengan harga indikatif sekitar S$307 juta.

Kabar pasar juga menyebut Altallo sebagai calon pembeli potensial i12 Katong. Mall enam lantai ini, dengan dua lantai basement untuk parkir, berada di persimpangan East Coast dan Joo Chiat Roads dan memiliki masa sewa 99 tahun sejak Agustus 1979. 

Baca Juga: One Global Capital Buka Akses ke Investor RI Jajal Peluang Investasi di Australia

Harga yang dibicarakan sekitar S$ 370 juta atau sekitar S$ 1.750 per kaki persegi untuk luas sewa bersih 212.000 sq ft. Beberapa penyewa utama di i12 Katong termasuk Golden Village, CS Fresh, PS Cafe, dan Core Collective.

Meski demikian, Business Times tidak menyertakan konfirmasi soal kebenaran perluasan portofolio investasi ini terhadap keluarga Sukanto Tanoto.

Koneksi Andre Tanoto

Altallo, menurut  Business Times, yang didirikan tahun lalu dengan aktivitas utama manajemen dana, dimiliki Roger Tan dan Seah Jun Hao.

Namun, pengamat industri meyakini sumber modal utamanya berasal dari keluarga/investor yang mayoritasnya kemungkinan adalah Andre Tanoto, yang kini berusia pertengahan 40-an.

Andre, menurut  Business Times, merupakan warga tetap Singapura sekaligus warga negara Indonesia, merupakan satu-satunya dari empat anak Sukanto Tanoto yang tidak duduk di jajaran manajemen eksekutif Royal Golden Eagle (RGE), grup yang bergerak di pulp dan kertas, kelapa sawit, serta energi terintegrasi. 

Baca Juga: Taipan Properti Singapura Ong Beng Seng Didenda S$30.000, Ini Kasus yang Menjeratnya