PVMBG: Kawah Gunung Agung sudah retak



KONTAN.CO.ID - KARANGASEM. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan permukaan kawah Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, sudah retak. Kawah yang retak diperkirakan memiliki panjang kurang dari 100 meter.

"Kawah memang sudah berubah karena semula kami tidak bisa mengamati solfatara, sekarang sudah bisa diamati," kata Kepala Bidang Mitigasi Gunungapi PVMBG Gede Suantika di Pos Pengamatan Gunung Agung di Desa Rendang, Karangasem, Bali, Sabtu.

Gede menuturkan, adanya retakan tersebut diketahui setelah dilakukan pemantauan udara yang dilakukan PVMBG bersama BNPB, Bupati Karangasem dan Dandim Karangasem. Menurutnya, dengan munculnya gas oksida belerang atau solfatara itu menandakan bahwa ada perubahan di kawah pada gunung setinggi 3.142 meter itu.


Dari pengamatan visual PVMBG, Gede menyebut, ketinggian gas solfatara itu mencapai sekitar 50 meter.

Lanjut Gede, munculnya solfatara akibat kawah retak dikarenakan dorongan panas dari magma gunung. "Kemungkinan bisa erupsi karena ini sudah kritis, sudah status awas," ucap Gede.

Menurut Gede, tingkat kegempaan Gunung Agung masih tinggi dalam seminggu ini yakni untuk vulkanik dalam mencapai lebih dari 500 kali dan vulkanik dangkal mencapai 300 lebih dan tektonik lokal 70 kali.

Sedangkan dari pukul 06.00-12.00 Wita Sabtu ini, PVMBG mencatat jumlah kegempaan mencapai vulkanik dalam mencapai 166 kali, vulkanik dangkal 50 dan tektonik mencapai empat kali.

Hingga saat ini Gunung Agung masih berstatus awas yang menyebabkan sekitar 143.840 jiwa mengungsi tersebar di 471 titik di seluruh Bali hingga Sabtu (30/9) pukul 12.00 Wita. (Dewa Wiguna)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini