JAKARTA. Emiten properti PT Pakuwon Jati Tbk (
PWON) akan terus mendorong peningkatan peningkatan pendapatan berulang atau
recurring income melalui pengembangan gedung perkantoran dan gedung Mall. Ivy Wong, Direktur PWON mengatakan, tahun ini perseroan menargetkan mal (pusat perbelanjaan) di Supermall Pakuwon Indah Surabaya bisa beroperasi. "Ini akan beroperasi pada Desember tahun ini," ungkapnya pada KONTAN baru-baru ini. Dia memperkirakan, pendapatan berulang tahun ini masih akan bertumbuh karena bertambahnya aset recurring income yang dimiliki perseroan yakni mal di Tunjungan Plaza (TP) 5 dan Sheraton Hotel Gandaria city.
Namun menurut Ivy, pertumbuhan recurring income tahun ini masih belum akan cukup signifikan lantaran kedua aset tersebut baru beroperasi pada kuartal IV tahun 2015. "Mall TP 5 baru beroperasi pada Oktober dan Hotel baru beroperasi akhir tahun. Jadi dampaknya tahun ini belum signifikan," tutur Ivy. PWON juga belum menetapkan target pertumbuhan recurring income tahun ini karena masih menunggu hasil laporan keuangan tahun 2015. Ada pun di kuartal III tahun llau, pendapatan berulang benkotribusi 48% terhadap total pendapatan perseroan. Selain mengoperasikan pusat perbelanjaan Supermal Pakuwon Indah, perseroan juga akan berencana meluncurkan dua gedung perkantoran semester II mendatang. PWON akan merilis satu tower perkantoran di Kota Kasablanka Jakarta dan satu lagi di TP 6 Surabaya. Sekitar 60% dari kedua tower tersebut akan di jual dan 40% sisanya akan disewakan. Perseroan memilih meluncurkan kedua proyek tersebut antara kuartal III dan kuartal IV karena masih menunggu perkembangan pasar properti pada paruh pertama ini. Perkantoran Kota Kasablanka tersebut merupakan proyek yang peluncurannya tertunda tahun lalu karena kondisi pasar kurang mendukung. Ivy belum bersedia menjelaskan lebih rinci tentang proyek tersebut. Namun, pembangunan proyek ini ditargetkan sudah bisa rampung pada tahun 2018. Sedangkan perkantoran di TP 6 ditargetkan bisa beroperasi lebih dahulu yakni di tahun 2017. Kedua gedung kantor tersebut juga diharapkan bisa menopang target marketing sales atau pra penjualan yang dipatok PWON tahun ini yakni Rp 3,1 triliun. Sementara di sektor residential, perseroan berniat meluncurkan kluster baru di Grand Pakuwon Surabaya. Hanya saja, Ivy belum bisa memastikan kapan kluster baru akan dirilis karena itu tergantung dari pemasaran kluster yang sudah ada sebelumnya. Jika, kluster yang ada sebelum sudah ludes maka perseroan akan segera akan meluncurkan kluster baru. Di kawasan Grand Pakuwoan tersebut perseroan telah meluncurkan tiga kluster perumahan yang menyasar kelas menengah ke atas. Satu kluster memiliki luas sekitar 15 ha. Sementara saat ini total
land bank PWON di sana mencapai 160 ha. Tahun ini, PWON telah menyiapkan belanja modal (Capital Expenditure/Capex) sekitar Rp 1,7 triliun- Rp 1,9 triliun. Capex tersebut akan digunakan untuk mendanai proyek yang telah diluncurkan perseroan.
Jumlah tersebut hampir saham dengan serapan capex tahun lalu. "Tahun lalu kita anggarkan sekitar Rp 2 triliun tapi yang terserap hanya sekitar Rp 1,7 triliun," ungkap Ivy. Belanja modal tahun ini dibiayai dari kas internal dan pinjaman bank dengan komposisi masing-masing 50%. Perseroan belum berniat menarik pinjaman baru karena masih memiliki sisa dana pinjaman sindikasi yang diperoleh pada tahun 2015 sebesar Rp 1,25 triliun dari PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk. Sedangkan di luar capex tersebut, PWON juga menyiapkan dana sekitar Rp 400 miliar- Rp 500 miliar untuk akuisisi lahan. Saat ini, total Land bank PWON mencapai 457 hektare (ha) yang tersebar di seluruh proyek-proyek eksisting perseroan dan termasuk 4,5 ha lahan yang belum dikembangkan di TB Simatupang. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News