PYFA alokasikan capex Rp 45 miliar



JAKARTA. PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) mengalokasikan Rp 45 miliar untuk belanja modal atau capital expenditure (capex) selama 2012. Sumber capex berasal dari pinjaman OCBC NISP senilai Rp 35 miliar. Sisanya dari kas internal Rp 10 miliar.

Emiten farmasi ini akan memakai Rp 16,65 miliar untuk renovasi gedung dan ruang produksi. Kemudian, kebutuhan pemurnian air senilai Rp 11,82 miliar, pemasangan air handling unit mencapai Rp 12,99 miliar, serta pengadaan mesin atau peralatan baru senilai Rp 2,60 miliar.

Dengan aneka kegiatan itu, pengelola PYFA menargetkan kapasitas produksi naik menjadi dua kali lipat dari posisi saat ini. Maklumlah, utilisasi pabrik PYFA sudah hampir 100%. Namun, PYFA tidak menyebutkan berapa kapasitas terakhir produksi mereka.


PYFA perlu menambah kapasitas produksi demi memenuhi permintaan yang cenderung meningkat. "Ada pesanan produksi dari perusahaan Filipina," ujar Steven AA Setiawan, Sekretaris Perusahaan PYFA, Senin (28/5).

Perusahaan Filipina akan membuat produk di pabrik PYFA. Lantas, hasilnya akan dipasarkan di Indonesia dan Filipina. Peningkatan kapasitas produksi akan selesai pada kuartal IV 2012, sehingga kontribusinya akan terlihat di tahun depan. "Pada tahun berikutnya, kami menargetkan pendapatan naik 40%, 60% hingga 100%, secara bertahap per tahun," kata Steven.

Di tahun ini, PYFA membidik pertumbuhan pendapatan 12% menjadi Rp 169,22 miliar dan laba bersihnya diproyeksikan naik 20% menjadi Rp 6,2 miliar.

Produk baru turut menopang pertumbuhan kinerja PYFA. Tahun ini, PYFA merilis delapan produk baru, lima di antaranya antibiotik. Produk baru itu bisa berkontribusi 25% terhadap total penjualan PYFA tahun ini.

Harga PYFA kemarin naik 1,20% ke Rp 168 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Asnil Amri