Pyridam Farma optimistis tumbuh 5% tahun ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar farmasi dan obat-obatan dinilai masih belum banyak berubah. Kue farmasi masih besar di produk obat resep.

"Pergeseran ke arah obat resep ke jenis generik menjadi ciri khasnya," kata Steven Setiawan, Direktur PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) kepada Kontan.co.id, Kamis (28/12).

PYFA masih melihat banyak peluang bisnis di area farmasi. Steven mengatakan, sampai November ini saja pihaknya meraih pertumbuhan yang signifikan.


"Bisnis sampai dengan November ini dibanding periode yang sama tahun lalu penjualan bersih meningkat 4%," ungkap Steven. Sedangkan untuk laba sebelum pajak meningkat 9,35% dibandingkan tahun 2016 lalu.

Lebih lanjut Steven menerangkan bahwa Pyridam optimistis bisa mencapai pertumbuhan 5% sampai akhir tahun ini. Artinya, perusahaan farmasi ini menargetkan penjualan bersih di kisaran Rp 226 miliar. Tahun lalu, pendapatan Pyridam tercatat Rp 216 miliar.

Steven belum bisa menyebut rencana belanja modal tahun depan. Yang jelas akan ada pembelian beberapa mesin produksi dan peralatan laboratorium.

Menilik laporan keuangan hingga kuartal ketiga 2017, total pendapatan Pyridam mencapai Rp 168 miliar. Jumlah tersebut tumbuh 5% dibandingkan pendapatan periode yang sama tahun lalu, Rp 160 miliar.

Meski beban pokok penjualan naik 10%, dari Rp 59 miliar menjadi Rp 65 miliar di kuartal ketiga tahun ini, beban keuangan turun 16% menjadi Rp 2 miliar. Laba bersih PYFA pun terkerek naik 82%, dari Rp 2,8 miliar menjadi Rp 5,1 miliar.

Segmen farmasi dan jasa maklon mendominasi bisnis PYFA pada kuartal ketiga 2017 sebanyak 98% atau Rp 162 miliar. Lini usaha ini tumbuh 5,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 153 miliar.

Sedangkan ekspor meningkat hingga 4 kali lipat. Kuartal ketiga tahun lalu, ekspor Pyridam tercatat Rp 165 juta, sedangkan periode yang sama tahun ini menjadi Rp 701 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati