PZZA Fokus Perkuat Bisnis Domestik di Tengah Perubahan Kepemilikan Pizza Hut Global



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), pengelola jaringan restoran Pizza Hut di Indonesia, tetap berfokus memperkuat bisnis domestik di tengah perubahan kepemilikan Pizza Hut secara global kepada LongRange Capital.

Corporate Secretary & Investor Relations Sarimelati Kencana Andromeda H. Trisanto menyatakan bahwa perubahan kepemilikan di tingkat global tidak mengubah fokus perusahaan dalam menjalankan strategi bisnis di Indonesia. 

"Perseroan terus menjalankan berbagai inisiatif untuk memperkuat merek, menghadirkan inovasi produk yang relevan, meningkatkan pengalaman pelanggan, serta mengoptimalkan operasional dan efisiensi dalam menjalankan bisnis," ujar Andromeda, kepada Kontan.co.id, pekan lalu. 


Baca Juga: Di Tengah Tekanan Pasar, Pengendali HRTA Tambah Kepemilikan 4,35 Juta Saham

Di tengah dinamika daya beli masyarakat dan persaingan industri restoran yang semakin kompetitif, PZZA berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan penjualan dan profitabilitas. 

Strategi tersebut dijalankan melalui peningkatan produktivitas gerai, efektivitas pemasaran, serta penerapan operational excellence secara konsisten.

Dari sisi kinerja, PZZA tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp 1,47 triliun per semester I-2026. Angka ini lebih rendah 4,34% dibandingkan Rp 1,53 trillun pada posisi yang sama tahun sebelumnya. 

Sementara dari sisi bottom line, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp 8,4 miliar. Menurutnya, tren positifi ini terus berlanjut hingga periode kuartal III-2026.

“Sehingga sepanjang tujuh kuartal berturut-turut sejak kuartal IV-2024, kami membukukan positive bottom line, dan kami melihat kinerja ini akan berlanjut di kuartal III-2026," ujarnya.

Selain menjaga profitabilitas, PZZA tetap melanjutkan pengembangan dan optimalisasi jaringan gerai di Indonesia dengan melakukan pembukaan gerai baru serta renovasi 30 gerai di berbagai wilayah Indonesia.

Langkah ini ditujukan untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan kualitas layanan, dan memberikan pengalaman bersantap yang lebih baik bagi konsumen.

Adapun, hingga 30 Juni 2026, PZZA mengoperasikan 579 gerai yang terdiri dari 301 gerai Pizza Hut Restaurant dan 278 gerai Pizza Hut Delivery.

Untuk prospek hingga akhir tahun ini, PZZA memproyeksikan laba bersih yang lebih tinggi dibandingkan dengan pencapaian sepanjang 2025. 

Hal ini didukung oleh penerapan inisiatif operational excellence yang secara konsisten berfokus pada pertumbuhan penjualan sekaligus efisiensi operasional," sebut Andromeda.

Sementara itu, untuk menghadapi tahun 2027, PZZA masih akan menyusun strategi bisnis dengan mempertimbangkan evaluasi kinerja sepanjang 2026 serta perkembangan kondisi pasar ke depan.

Meski demikian, pihaknya tetap melihat peluang pertumbuhan di industri makanan dan minuman atau food and beverage (F&B) secara lebih luas.

Baca Juga: Dikebut, PLTS Terapung Tembesi di Batam Rampung 74%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News