Qantas dan Airbus Akan Investasi di Bahan Bakar Berkelanjutan Senilai US$ 200 Juta



KONTAN.CO.ID - DOHA. Airbus SE dan Qantas Airways Ltd akan investasi bersama yang bertujuan untuk memulai industri bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) di Australia.

Menjelang pertemuan tahunan Asosiasi Transportasi Udara Internasional di Doha, produsen pesawat dan maskapai penerbangan ini menyebut akan menginvestasikan sebanyak US$ 200 juta untuk mempercepat adopsi SAF.

“Penggunaan SAF meningkat secara global karena pemerintah dan industri bekerja sama untuk menemukan cara menghilangkan karbon di sektor penerbangan. Tanpa tindakan cepat, Australia berisiko tertinggal.” kata Chief Executive Officer Qantas Alan Joyce dikutip dari Bloomberg, Senin (20/6).


Baca Juga: Kurang Pegawai, Maskapai Kewalahan Atur Jadwal Penerbangan

Para mitra akan melakukan investasi yang sama dalam proyek tersebut. Kontribusi lebih kecil berasa dari Raytheon Technologies Corp, yang mesin turbofan-nya dipilih Qantas untuk pesanan Airbus A220 dan A320 neo baru-baru ini. Qantas juga dapat mengakuisisi saham dalam usaha SAF yang dianggap layak.

Joyce pun menambahkan bahwa Qantas yang berbasis di Sydney saat ini menggunakan sekitar 1% SAF dalam jaringannya. Tapi, perusahaan penerbangan ini berusaha untuk mengembangkannya.

Joyce mengatakan bahwa permintaan kembali ke 90% dari level 2019 dengan pemesanan liburan melambung lebih cepat. Saat ini, permintaan mencapai 120% dari posisi pra-Covid karena berakhirnya pembatasan perjalanan mendorong orang untuk berlibur atau mengunjungi keluarga dan teman. 

“Kapasitas internasional harus pulih sepenuhnya pada kuartal kedua 2023," pungkas dia.

Baca Juga: Boeing Optimistis Permintaan Industri Pesawat Terbang Meningkat

Editor: Wahyu T.Rahmawati